Perbaikan Data
Perbaikan Data khusus anggota
Klik Di Sini

Ketua PHRI Tabanan Kritisi Pengembangan Desa Wisata, Banyak yang Cuma Papan Nama

TABANAN, Kilasbali.com – Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Tabanan, I Nyoman Sugiarta, mengaku miris melihat kondisi pertumbuhan desa wisata di Kabupaten Tabanan. Banyak desa wisata yang terkesan dipaksakan keberadaannya tanpa disertai dengan arah pengembangan yang jelas. Sehingga banyak desa wisata yang cuma papan nama saja. Menurutnya, banyak desa yang statusnya sudah ditetapkan sebagai desa wisata, namun masyarakat setempat justru tidak mengetahuinya. Fenomena ini terjadi karena pembentukan desa wisata sering kali hanya dilakukan oleh kelompok masyarakat kecil. Misalnya, melalui Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) atau individu yang peduli terhadap potensi desa. Hal tersebut menyebabkan warga luas belum memahami status desa mereka maupun cara mempersiapkan diri menyambut wisatawan. “Itu masyarakatnya belum mengetahui (desanya sudah menjadi desa wisata),” ujar Sugiarta, belum lama ini. Ia menyayangkan banyaknya desa yang saat ini hanya sebatas berstatus desa wisata semata tanpa memiliki daya tarik atau keunggulan yang jelas. Sugiarta menilai banyak pengelola yang belum membahas secara mendalam mengenai persiapan hospitality bagi pengunjung yang datang. Kondisi ini membuat wisatawan yang berkunjung ke daya tarik wisata (DTW) di Tabanan, seperti Tanah Lot atau Jatiluwih, cenderung hanya melintas tanpa menginap. Ia mengibaratkan kunjungan wisatawan saat ini hanya sekadar mampir untuk mengambil foto lalu pergi lagi. “Sekarang tamu kan kesannya kayak kencing saja. Datang. Kencing. Pergi. Taking photo. Ya sudah (begitu saja),” ketusnya. Untuk menghidupkan ekonomi desa, Sugiarta mendorong masyarakat mulai bergerak membangun akomodasi seperti penginapan atau homestay di rumah atau ladang mereka. Ia mencontohkan keberhasilan wilayah Kecamatan Sidemen di Kabupaten Karangasem yang kini warganya mulai mandiri memiliki dua hingga tiga kamar untuk disewakan ke wisatawan. Karena itu, selaku Ketua PHRI Tabanan, pihaknya siap menyosialisasikan dan menjadi wadah tukar informasi mengenai tren potensi wisata desa. Ia berharap masyarakat lebih kritis dalam menentukan keunikan desanya agar wisatawan bersedia tinggal lebih lama di desa mereka. (c/kb)