Perbaikan Data
Perbaikan Data khusus anggota
Klik Di Sini

Empat Penghargaan WIA 2025 Tegaskan Daya Saing Pariwisata DIY

Ringkasan Berita: PHRI DIY menyampaikan bahwa hotel di DIY berhasil menempatkan diri di jajaran penerima Wonderful Indonesia Awards (WIA) 2025. Ada empat penghargaan yang diraih DIY meliputi dua kategori Sustainable Hotel, satu kategori Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Terbaik Nasional, serta satu kategori Desa Wisata Terbaik Nasional berbasis alam. PHRI DIY melaporkan okupansi hotel di DIY pada periode Natal dan Tahun Baru mengalami penurunan angka hunian hotel sekitar 10–15 persen TRIBUNJOGJA.COM - Di antara ratusan hotel dan ribuan komunitas wisata dari seluruh Indonesia, Daerah Istimewa Yogyakarta berhasil menempatkan diri di jajaran penerima Wonderful Indonesia Awards (WIA) 2025.  Empat penghargaan nasional tersebut menegaskan daya saing pariwisata DIY di tingkat nasional. Penghargaan dari Kementerian Pariwisata RI itu disampaikan langsung oleh Ketua Badan Pimpinan Daerah Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY, Deddy Pranowo Eryono, kepada Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam silaturahmi di Gedhong Wilis, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Senin (22/12). Hadir mendampingi, Kepala Dinas Pariwisata DIY Imam Pratanadi. Deddy menuturkan, Sri Sultan memberikan apresiasi atas capaian tersebut, sekaligus mengingatkan agar penghargaan tidak membuat pelaku pariwisata terlena. Empat kategori penghargaan Empat penghargaan yang diraih DIY meliputi dua kategori Sustainable Hotel, satu kategori Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Terbaik Nasional, serta satu kategori Desa Wisata Terbaik Nasional berbasis alam. “Jadi ini prestasi yang sangat membanggakan bagi Daerah Istimewa Yogyakarta. Pak Gubernur memberikan apresiasi, kemudian juga mewanti-wanti, memberi arahan kepada kita untuk selalu menjaga itu (komitmen). Karena komitmen itu sangat diperlukan. Jangan penghargaan ini menjadikan kita terlena, tetapi justru akan meningkatkan pariwisata DIY dan juga bisa dicontoh anggota PHRI yang lainnya,” ujar Deddy. Pada kategori Sustainable Hotel, Novotel Suites Yogyakarta Malioboro meraih Gold Winner Sustainable Hotel Bintang 4, sementara The 101 Yogyakarta Tugu memperoleh Silver Winner Sustainable Hotel Bintang 4. Sementara itu, Pokdarwis Cokrodiningratan Kota Yogyakarta meraih Juara 3 Pokdarwis Terbaik Nasional, dan Desa Wisata Tepus, Kabupaten Gunungkidul, menempati Juara Harapan 3 Desa Wisata Terbaik Nasional kategori Desa Wisata Berbasis Alam. Menurut Deddy, capaian tersebut memiliki bobot tersendiri mengingat ketatnya persaingan pada ajang WIA 2025 yang untuk pertama kalinya digelar sebagai bentuk apresiasi terhadap insan pariwisata nasional. “Novotel Suites Yogyakarta Malioboro dan The 101 Yogyakarta Tugu berhasil menjadi juara di antara sekitar 400 hotel se-Indonesia. Kalau Pokdarwis menyisihkan sekitar 8.000 sekian. Desa wisata juga sama, sekitar segitu juga. Semoga ini menjadi promosi untuk Daerah Istimewa Yogyakarta, bisa menjadi branding untuk DIY, menguatkan pariwisata. Kenyataannya Yogyakarta menjadi pilihan wisatawan mengalahkan Bali loh,” ucap Deddy. Okupansi turun Di sisi lain, Deddy juga melaporkan kondisi okupansi hotel di DIY pada periode Natal dan Tahun Baru. Ia menyebut, angka hunian hotel mengalami penurunan sekitar 10–15 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024. Penurunan tersebut dipengaruhi sejumlah faktor, antara lain kebijakan efisiensi, larangan studi tour, serta melemahnya daya beli masyarakat. Dalam konteks tersebut, Deddy menekankan kembali pentingnya semangat kebersamaan sebagai kunci bertahan dan berkembangnya pariwisata DIY.