TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Isu anjloknya kunjungan wisatawan ke Bali pada akhir tahun 2025, beredar luas di media sosial. Hal inipun mendapat tanggapan dari Dinas Pariwisata (Dispar) Buleleng. Kepala Dispar Buleleng, Gede Dody Sukma Oktiva Askara membenarkan jika kunjungan wisatawan pada akhir tahun 2025 ini, cenderung turun dibandingkan libur Natal dan tahun baru (Nataru) 2024. Khususnya di Kabupaten Buleleng, penurunan paling banyak terlihat dari wisatawan domestik dari Jawa. Sebaliknya untuk wisatawan mancanegara justru meningkat. Berdaskan data yang dihimpun dari Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), persentase peningkatan sekitar 2 sampai 3 persen dibandingkan Nataru 2024. "Wisatawan domestik ini relatif besar penurunannya, sekitar 30 persen dibandingkan Nataru tahun 2024. Dengan perbandingan tersebut, tentu saja hasilnya ada penurunan," jelasnya, Rabu (31/12/2025). Baca juga: MASIH Bandel! Satpol PP Klungkung Hentikan Aktivitas Pengerukan Bukit, Ancam Lingkungan & Sekolah Baca juga: BREAKING NEWS Tolak Pembangunan PSEL Denpasar Raya, Warga Banjar Pesanggaran Kirim Surat ke Presiden Dody juga membenarkan salah satu penyebab turunnya kunjungan wisatawan domestik, dikarenakan kabar cuaca buruk pada akhir tahun. Sehingga wisatawan memilih untuk tidak menyeberang, dan berwisata di sekitar pulau Jawa. Walaupun ada penurunan di akhir tahun, Dody mengaku target kunjungan wisatawan ke Bali Utara telah memenuhi target 1,7 juta wisatawan domestik dan mancanegara. Dikatakan pula, anjloknya kunjungan wisatawan domestik dari Jawa digantikan oleh wisatawan lokal Bali. Dody menyebut kebanyakan masyarakat Bali Selatan memilih untuk berwisata di Bali Utara. Tak hanya itu, kedatangan kapal pesiar turut mendongkrak kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali Utara. Dody mengatakan, setidaknya ada tiga kapal pesiar yang berkunjung di atas tanggal 20 Desember. "Terakhir hari ini, ada kunjungan kapal MV Ovation Of The Seas. Kapal tersebut berangkat dari Singapura mengangkut 4.682 penumpang dan 1.536 kru kapal," ucapnya. Kapal pesiar ini mengangkut penumpang dari Asia Tenggara dan Eropa. Setelah mengunjungi Buleleng, kapal akan melanjutkan perjalanan menuju Pelabuhan Benoa. (mer)