Perbaikan Data
Perbaikan Data khusus anggota
Klik Di Sini

PHRI Lampung Catat Okupansi Hotel Nataru 2025/2026 Turun 5,7 Persen

Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Lampung mencatat tingkat hunian kamar hotel selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Sekretaris PHRI Lampung, Friandi Indrawan, mengungkapkan okupansi hotel pada momen Nataru tahun ini tercatat 81 persen dari 4.256 kamar. Angka tersebut turun 5,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. “Secara persentase terjadi penurunan sekitar 5,7 persen dibandingkan Nataru tahun lalu,” ujar Friandi, Senin (5/1/2026). Menurutnya, ada sejumlah faktor yang diduga menjadi penyebab turunnya tingkat hunian hotel di Lampung. Salah satunya adalah kondisi cuaca yang kurang bersahabat selama masa liburan. “Cuaca yang kurang baik cukup memengaruhi minat wisatawan untuk berkunjung,” katanya. Selain faktor cuaca, isu peringatan megathrust juga dinilai memberi dampak signifikan terhadap psikologis wisatawan. “Ultimatum megathrust yang berkembang dan terkesan sangat menakutkan bagi masyarakat turut memengaruhi keputusan wisatawan untuk datang ke Lampung,” ungkap Friandi. Ia menambahkan, faktor lain yang tak kalah penting adalah kejenuhan destinasi. Menurutnya, sebagian wisatawan mulai merasa bosan karena pilihan destinasi wisata di Lampung dinilai belum banyak berkembang. “Banyak wisatawan yang merasa bosan dengan destinasi di Lampung,” jelasnya. Friandi menekankan, untuk mendorong kembali sektor pariwisata dan perhotelan, diperlukan sinergi semua pihak. Pemerintah, kata dia, memiliki peran strategis dalam menyiapkan infrastruktur dan pengembangan destinasi wisata alam. “Pemerintah bertugas menyiapkan infrastruktur dan destinasi alam, aparat keamanan menjamin rasa aman, sementara pihak swasta menyediakan fasilitas akomodasi dan destinasi buatan,” pungkasnya.