Cirebon,- Tingkat hunian kamar hotel di Kota Cirebon selama periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 tercatat cukup menggembirakan. Okupansi hotel mencapai kisaran 80 hingga 90 persen, menunjukkan tingginya minat wisatawan yang berkunjung ke Kota Udang pada momen libur akhir tahun. Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Cirebon, Imam Reza Hakiki mengatakan capaian tersebut terjadi sepanjang periode 24 hingga 31 Desember 2025. Menurutnya, angka okupansi pada libur Natal dan Tahun Baru kali ini relatif sama dengan tahun sebelumnya. “Kalau untuk long weekend Natal sama bagusnya seperti tahun kemarin. Untuk Tahun Baru juga di angka sekitar 80 persen, kurang lebih sama seperti tahun lalu dan tidak ada yang benar-benar full,” ujar Imam Reza Hakiki yang akrab disapa Kiki, kepada About Cirebon, Selasa (6/1/2026). Meski tingkat hunian tergolong tinggi, Kiki menyebut durasi menginap para tamu relatif singkat. Sebagian besar wisatawan hanya menginap selama satu malam dan jarang yang memilih tinggal hingga dua hari atau lebih. “Rata-rata menginapnya singkat, hanya satu malam. Jarang sekali yang sampai dua hari,” jelasnya. Dari sisi segmentasi tamu, kata Kiki, wisatawan luar daerah menjadi kelompok yang paling mendominasi okupansi hotel selama libur Natal dan Tahun Baru. Mayoritas tamu datang ke Cirebon sebagai kota persinggahan, sekaligus untuk menikmati wisata kuliner khas daerah. “Wisatawan luar daerah yang paling banyak. Mereka biasanya mampir ke Cirebon sekalian kuliner,” ungkap Kiki. Lebih lanjut, ia menilai momen libur Nataru memberikan dampak positif terhadap perputaran ekonomi, tidak hanya bagi sektor perhotelan, tetapi juga sektor pendukung lainnya. “Alhamdulillah selama Nataru dampaknya sangat bagus. Hampir ke semua sektor merasakan efeknya,” katanya. Ke depan, PHRI Kota Cirebon berharap sinergi antara pelaku usaha, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya dapat terus diperkuat. Hal ini dinilai penting untuk menjaga bahkan meningkatkan tingkat okupansi hotel pada momen libur panjang berikutnya, sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi lokal secara berkelanjutan. (HSY)