Perbaikan Data
Perbaikan Data khusus anggota
Klik Di Sini

Perkuat Sinergi Pertanian dan Pariwisata Disperpa Badung Gelar Badung Local Supply Expo 2025

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Di tengah pesatnya perkembangan sektor pariwisata di Kabupaten Badung, sektor pertanian masih menjadi mata pencaharian masyarakat di Gumi Keris. Namun, sektor ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari dampak perubahan iklim, sumber daya manusia petani yang semakin berusia lanjut, hingga tingginya biaya produksi. Di sisi lain, kebutuhan pangan masyarakat terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan jumlah kunjungan wisatawan ke Bali. Kabupaten Badung sejatinya memiliki potensi pasar yang sangat besar bagi produk pertanian lokal, mulai dari pasar tradisional, pasar modern, swalayan, katering, hotel, hingga restoran. Sayangnya, potensi tersebut belum sepenuhnya dapat dijangkau oleh para petani lokal. Kendala permodalan, keterbatasan produksi, serta akses pemasaran menjadi hambatan utama. Menjawab permasalahan tersebut, Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Pertanian dan Pangan menggelar Badung Local Supply Expo 2025. Kegiatan ini bertujuan mempertemukan pelaku usaha pertanian dengan pelaku usaha pariwisata di Badung. Baca juga: Pujawali Pura Dhang Kahyangan Petitenget, Hingga 10 Januari Umat Tidak Melakukan Upacara Atiwa-tiwa  Baca juga: Kemacetan Terurai, Rekayasa Lalin di Kerobokan Kelod, Badung Dinilai Efektif “Kegiatan ini menjadi wadah bertemunya pelaku pariwisata dengan pelaku usaha pertanian, sekaligus sebagai media promosi produk-produk pertanian lokal di Kabupaten Badung,” ujar Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Badung, I Wayan Wijana. Ia menjelaskan, expo ini mempertemukan distributor, pelaku usaha tani, UMKM, ekonomi kreatif, asosiasi, serta pengusaha pariwisata. Melalui kegiatan ini diharapkan produk UMKM lokal dapat dipromosikan dan masuk ke industri pariwisata. Lebih lanjut, Wijana berharap seluruh hasil pertanian di Badung dapat terserap oleh sektor pariwisata. Selain itu, kegiatan ini juga membuka wawasan petani terkait pemasaran, kebutuhan standar produk, sertifikasi, serta tuntutan pasar pariwisata. “Kita harapkan petani dan pengusaha pariwisata bisa saling menjajaki kerja sama karena saling membutuhkan, sehingga hasil pertanian lokal bisa terserap dengan baik,” katanya. Dalam kegiatan ini, sebanyak 200 pelaku pariwisata dilibatkan, mulai dari pimpinan hotel, general manager, pengelola kafe, hingga pusat perbelanjaan. Selain itu, tersedia 25 stan UMKM yang menampilkan produk-produk lokal yang telah melalui proses kurasi. Badung Local Supply Expo 2025 juga diramaikan dengan kegiatan table top yang diisi oleh Ola Bali Food Industry serta memperkenalkan hasil masakan produk lokal yang dimasak langsung oleh Chef Una Sementara Ketua PHRI Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati sangat mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan pemkab Badung. Pihaknya menginginkan tidak hanya produk lokal Badung, namun produk pertanian semestinya bisa tercover. "Kegiatan ini perlu dibahas lebih lanjut karena hanya Badung yang bisa melaksanakan, mengingat ada 105.000 kamar hotel lokasinya di Badung. Jadi jika menyerap sektor pertanian di Badung saja mungkin kurang dan mungkin bisa menyerap produk di selurih Bali," jelasnya. Diakui jika semua produk petani terserap dengan baik, maka tidak akan ada polemik-polemik seperti yang ada di jatiluwih.  "Kedepan kita perlu adakan FGD teekait dengan hal ini," pesannya.