The Forum: B-Universe Focus Group Discussion (FGD) di HQ B-Universe PIK2, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (14/1/2026). TANGERANG, investor.id - Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran membeberkan cuaca ekstrem menjadi tantangan paling berat yang mengakibatkan okupansi rendah hotel dan restoran saat libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Yusran menjelaskan, cuaca ekstrem sangat berdampak terhadap pergerakan wisatawan nusantara maupun mancanegara dalam berlibur sehingga menggeliatkan ekonomi. "Nah, itu yang kita khawatirkan kan dari Pulau Jawanya bagaimana? Menyeberang ke Sumatra atau Bali? Nah, ini kan bahaya (saat cuaca ekstrem)," ujar Yusran dalam The Forum: B-Universe Focus Group Discussion (FGD) di HQ B-Universe PIK2, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (14/1/2026). Yusran mengapresiasi langkah pemerintah yang memberikan stimulus untuk wisatawan pada libur Nataru dalam rangka menggeliatkan ekonomi. Namun, cuaca ekstrem menjadi tantangan paling berat untuk menikmati stimulus itu. "Nah, begitu pemerintah memberikan insentif itu bukan tidak ada alasan, tapi juga adalah salah satu tujuannya untuk lebih meningkatkan perekonomian, misalnya insentif dari tol, kemudian diskon pesawat, juga ada traveler. Bahkan, Menko Perekonomian mengatakan bahwa bisa work from anywhere, work from home atau work from anywhere," jelas Yusran. Yusran sebenarnya berharap banyak sejumlah insentif tersebut dapat menggairahkan industri perhotelan dan restoran dalam menunjang pariwisata, selama masa libur Nataru. Sayangnya, harapan Yusran tersebut meleset dari capaian tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya, kenaikan okupansi hotel dan restoran hanya terjadi pada tanggal 25 dan 31 Desember 2025. Padahal biasanya sepekan sebelum tahun baru sudah meningkat. "Itu pun, okupansinya enggak banyak. Cuman berkisar 70-80%. Jadi enggak ketemu itu yang namanya high season. Karena kalau kami orang hotel itu ya, sama dengan airlines. Kita itu dinamis," imbuh Yusran. Editor: Maswin Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id Follow Baca Berita Lainnya di Google News Read Now