Perbaikan Data
Perbaikan Data khusus anggota
Klik Di Sini

Penyebab Jumlah Kunjungan Wisatawan di Kota Batu Turun pada Tahun 2025

Ringkasan Berita: Tahun 2024, kunjungan wisatawan di Kota Batu tembus di angka 10 juta lebih, sedangkan di tahun 2025 angkanya hanya sekitar 8,5 juta Perhitungan kunjungan wisatawan tahun 2025 belum selesai dan kini masih dalam tahap finalisasi akhir Okupansi kamar hotel di Kota Batu hanya di bawah 70 persen, padahal saat Nataru 2024 okupansi hotel mencapai 90 persen SURYAMALANG.COM, BATU - Jumlah kunjungan wisatawan ke Kota Batu tahun 2025 mengalami penurunan dibanding tahun 2024. Tahun 2024, kunjungan wisatawan tembus di angka 10 juta lebih, sedangkan di tahun 2025 angkanya hanya sekitar 8,5 juta. Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Onny Ardianto mengatakan, perhitungan kunjungan wisatawan tahun 2025 belum selesai dan kini masih dalam tahap finalisasi akhir. “Untuk kunjungan wisatawan tahun 2025 masih kami finalisasi karena ada tambahan dari Alun-alun juga, sampai kira-kira bisa mendekati valid angkanya,” kata Onny Ardianto kepada SURYAMALANG.COM, Kamis (15/1/2026). Saat ini, dari hasil perhitungan Disparta Kota Batu, ada sekitar 7.579.744 orang yang berkunjung ke Kota Batu. Jumlah tersebut masih akan bertambah karena jumlah tamu dan pengunjung cafe serta restoran belum masuk hitungan. “Angka 7,5 juta itu dari sektor akomodasi hotel. Kalau ditambah dari vila atau guest house, cafe dan resto serta Alun-alun kisaran 900 ribu wisatawan,” jelasnya. Baca juga: Progres Koperasi Desa Merah Putih Kota Batu, Wali Kota Sebut 11 Desa Sudah Mulai Pembangunan Gerai Meski kunjungan wisatawan tembus 8 juta, namun Onny tak menampik adanya penurunan jumlah wisatawan yang datang ke Kota Batu. Lanjutnya, ada beberapa faktor penyebab menurunya jumlah wisatawan yang datang, diantaranya karena kondisi perekonomian di Indonesia yang saat ini tengah lesu. “Bisa saja disebabkan karena faktor cuaca yang cenderung berubah-ubah dan ada beberapa bencana yang terjadi di beberapa kota." "Selain itu juga karena menurunnya daya beli masyarakat." "Hal ini juga bisa dilihat dari jumlah hunian akomodasi di hotel yang belum mencapai 100 persen,” ujarnya. PHRI Akui Penurunan Jumlah Wisatawan Menurunnya jumlah kunjungan wisatawan ke Kota Batu juga dibenarkan oleh Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batu, Sujud Hariadi. Menurut Sujud hal itu dapat dilihat saat momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) lalu. Okupansi atau keterisian kamar hotel di Kota Batu hanya di bawah 70 persen. Padahal saat Nataru tahun 2024 okupansi hotel mencapai 90 persen.