UPDATEBALI.com, KLUNGKUNG – Bupati Klungkung, I Made Satria, secara resmi membuka kegiatan Rapat Kerja Cabang (Rakercab) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Klungkung ke-II Tahun 2026 yang digelar di Caspla Beach Club, Nusa Penida, Jumat, 16 Januari 2026. Rakercab ini diselenggarakan sebagai upaya membangun komitmen bersama seluruh anggota PHRI Klungkung agar berperan aktif dan kolaboratif dalam membangun ekosistem pariwisata Klungkung yang berdaya saing, inklusif, dan berkelanjutan. Kegiatan tersebut diikuti oleh sekitar 80 peserta yang merupakan pelaku pariwisata se-Kabupaten Klungkung, dengan mengusung tema “Membangun Ekosistem Pariwisata Klungkung yang Berkualitas, Berkelanjutan, dan Berdampak”. Selain membuka acara, Bupati Klungkung juga hadir sebagai narasumber bersama Plt. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Klungkung I Gusti Agung Putra Mahajaya, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Klungkung Gede Sudiarka Jaya, serta Camat Nusa Penida, Kadek Yoga Kusuma. Dalam arahannya, Bupati I Made Satria menegaskan bahwa pembangunan pariwisata ke depan tidak lagi semata-mata berorientasi pada peningkatan jumlah kunjungan wisatawan. Menurutnya, pariwisata harus dibangun dengan menitikberatkan pada kualitas pengalaman wisatawan, keberlanjutan lingkungan dan budaya, serta memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat lokal. “Pembangunan pariwisata ke depan tidak dapat lagi semata-mata mengejar angka kunjungan, tetapi harus berorientasi pada kualitas pengalaman wisatawan, keberlanjutan lingkungan dan budaya, serta dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat lokal. Inilah esensi dari pariwisata berkualitas yang sedang kita bangun bersama,” ujar Bupati asal Dusun Sental Kangin, Nusa Penida tersebut. Lebih lanjut, Bupati Satria menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Klungkung untuk terus membuka ruang kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan pariwisata, memberikan kepastian regulasi, serta mendorong terciptanya iklim usaha yang sehat dan kondusif. Ia juga mendorong DPMPTSP Kabupaten Klungkung agar terus berbenah dan memberikan pelayanan perizinan yang cepat dan tepat kepada masyarakat. Ke depan, Bupati menargetkan seluruh usaha akomodasi di Nusa Penida telah memiliki perizinan resmi, serta setiap objek wisata yang dikomersialkan wajib dikenakan pajak sesuai ketentuan yang berlaku. Dalam rangka peningkatan kualitas layanan pariwisata, Bupati Satria turut menyampaikan rencana penataan dan standarisasi para pengemudi (driver) pariwisata. Langkah ini dinilai penting karena driver merupakan salah satu wajah dan citra pariwisata daerah di mata wisatawan. “Pariwisata Klungkung akan dikonsep sesuai dengan kearifan lokal, sehingga memiliki ciri khas dan keunikan tersendiri, serta berbeda dengan daerah-daerah lainnya,” pungkasnya. (yud/ub)