Selama ini saya belum lihat. Yang ada, program pariwisata berganti, mengikuti siklus politik? (Bendahara PHRI Karangasem I Komang Astawa) AMLAPURA, NusaBaliPerhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Karangasem menggelar Rapat Kerja Cabang PHRI, Kamis (15/1). Rakercab dibuka Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata di Banjar Tabola, Desa/Kecamatan Sidemen, Karangasem. Dalam kegiatan ini, muncul pertanyaan tentang belum adanya master plan (rencana induk) pariwisata Karangasem. Sebab setiap pergantian pemimpin, kebijakannya selalu berganti. "Apa master plan destinasi pariwisata Karangasem. Karena selama ini saya belum lihat. Yang ada, program pariwisata berganti, mengikuti siklus politik?" tanya Bendahara PHRI Karangasem I Komang Astawa, dalam sesi tanya jawab.Mater plan yang dimaksud, katanya, sangat penting menyangkut tata ruang, infrastruktur (jalan dan utilitas), fasilitas sosial, dan umum, alokasi lahan strategi implementasi. Rencana induk ini sebagai panduan untuk pembangunan yang sistematis dan terstruktur sehingga memberikan kejelasan bagi pengembang dan konsumen.Astawa membeberkan, adanya penataan Pantai Objek Wisata Candidasa, namun mengganggu kunjungan wisatawan. Karena pembangunan ini bersifat parsial. Dia juga menyebutkan terjadi keterbatasan penunjang infrastruktur dari pemerintah buat kemajuan industri pariwisata. "Selama ini master plan pariwisata di Karangasem belum jelas," tambahnya.Bupati I Gusti Putu Parwata alias Gus Par langsung merespons pertanyaan tersebut. ‘’Pemerintah pusat telah memperbaiki Pantai Objek Wisata Candidasa dan tengah melakukan penataan. Makanya pentingnya berdiskusi duduk bersama untuk menuntaskan persoalan pariwisata," ucapnya.Bupati Gus Par mengakui, pemimpin ada masanya dan jabatan Bupati Karangasem hanya lima tahun. "Setiap pemimpin beda gaya. Saya titip dengan Sekda Karangasem dan pimpinan OPD agar program yang kita rancang dapat diimplementasikan berkelanjutan," jelasnya.Hadir dalam acara itu, Ketua BPD PHRI Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati alias Ck Ace, Ketua PHRI Karangasem I Wayan Kariasa, Wakil Bupati Pandu Prapanca Lagosa, Sekda I Ketut Sedana Merta, segenap pimpinan OPD, camat se-Karangasem, dan para pelaku pariwisata.Bupati Gus Par menambahkan, tidak langsung menyatakan pentingnya membuat master plan. Terpenting berupaya mengoptimalkan pengelolaan objek, berdayakan masyarakat, dan para pelaku pariwisata. Sebab industri pariwisata bisa tumbuh jika dapat dukungan masyarakat, pengusaha, dan pemerintah. "Selama ini pemerintah intens berkoordinasi dengan PHRI Karangasem, di bagian mana perlu dukungan pemerintah. Itu terus dikomunikasikan," katanya.Ketua PHRI Karangasem I Wayan Kariasa mengakui, perhatian pemerintah secara kontinyu untuk pengembangan industri pariwisata. "Buktinya, pemerintah memiliki 100 LPJ, PHRI diajak berkoordinasi di bagian mana perlu dipasang LPJ, terutama di objek-objek wisata," kata Kariasa. Kata dia, kini tinggal mengoptimalkan potensi objek yang cukup banyak di Karangasem. Ketua BPD PHRI Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati menegaskan pentingnya mematangkan persiapan agar setiap elemen pendukung pariwisata semakin solid. Sebab pariwisata Bali belakangan ini tidak baik-baik saja. "Terjadinya Bom Bali I dan Bom Bali II, karena kita lengah. Masyarakat dunia pun prihatin, ditambah belakangan ada berita-berita tentang banjir, tanah longsor, dan sampah memengaruhi keberlanjutan pariwisata di Bali," jelasnya.7ntr