Perbaikan Data
Perbaikan Data khusus anggota
Klik Di Sini

Dorong Pariwisata, 200 Pengemudi Becak di Kota Malang Terima Becak Listrik

Kota Malang, blok-a.com – Sebanyak 200 pengemudi becak di Kota Malang menerima bantuan becak listrik dari Presiden RI yang disalurkan melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN). Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis di Balai Kota Malang, Selasa (20/1/2026), sebagai bagian dari program peningkatan kesejahteraan pengemudi becak sekaligus penunjang sektor pariwisata. Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan apresiasi atas bantuan tersebut dan menyebut program becak listrik akan terus berlanjut hingga 2026–2027 karena tingginya minat dan kebutuhan di lapangan. “Dari sekitar 800 pengemudi becak yang ada di Kota Malang, saat ini baru 200 orang yang menerima bantuan. Namun jumlah tersebut akan terus bertambah pada tahap berikutnya,” ujar Wahyu. Wahyu menilai kehadiran becak listrik sejalan dengan karakter Kota Malang sebagai kota pariwisata dan kota pendidikan. Ia menyebut wisatawan, termasuk turis asing, cenderung memilih becak sebagai moda transportasi karena memberikan pengalaman langsung menikmati suasana kota. “Turis-turis asing lebih memilih naik becak karena bisa menikmati udara dan melihat langsung obyek-obyek wisata. Dengan becak listrik, ini menjadi daya tarik tersendiri,” ujarnya. Selain mendukung sektor pariwisata, Pemkot Malang menilai program becak listrik juga berdampak pada kesejahteraan pengemudi becak. Selama ini, pengemudi becak mengandalkan tenaga fisik untuk bekerja dan pendapatannya cenderung terbatas. “Mereka yang selama ini kehidupannya dari mancal itu hanya begitu-begitu saja. Tapi Alhamdulillah dengan becak listrik ini mereka ada sedikit pendapatan yang akan mereka terima dan ada kesejahteraan,” katanya. Ia menjelaskan, pihaknya telah menjalin kerja sama dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) serta travel agent agar becak listrik dioptimalkan sebagai penunjang pariwisata. Selain itu, Wahyu mengakatakan akan membentuk paguyuban pengemudi becak listrik sebagai wadah koordinasi dan kebersamaan. Untuk mendukung operasional, Pemkot Malang bekerja sama dengan PLN dalam penyediaan fasilitas pengisian daya. Saat ini tersedia 37 titik pengisian dan jumlahnya akan terus ditambah, terutama di sekitar hotel dan kawasan wisata. Wahyu berharap penyaluran becak listrik dapat terus berlanjut hingga seluruh pengemudi becak menerimanya, sekaligus menjadi daya tarik baru bagi Kota Malang sebagai kota wisata. “Becak listrik akan menunjang program keunggulan daerah di bidang pariwisata, termasuk prioritas seribu event,” ujar Wahyu. Sementara itu, Ketua Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN), Letjen TNI (Purn) Teguh Arief Indratmoko, mengatakan bantuan 200 unit becak listrik di Kota Malang merupakan tahap awal dari program nasional pengadaan becak listrik yang akan berlanjut hingga 2027. “Untuk tahun 2026 dan 2027 sudah dipesankan kepada PT Pindad sebanyak 70 ribu unit dan ditargetkan selesai pada 2027,” pungkasnya. (ber/bob)