Perbaikan Data
Perbaikan Data khusus anggota
Klik Di Sini

Efisiensi Anggaran, ADD Desa Putih Menyusut dari Rp 800 Juta Menjadi Rp 282 Juta

Basori Kepala Desa Putih Kecamatan Gampengrejo (bakti) Kediri, LINGKARWILIS.COM – Kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah pusat turut berdampak pada alokasi Anggaran Dana Desa (ADD). Kondisi ini menuntut pemerintah desa untuk mengelola anggaran secara lebih cermat agar roda pemerintahan dan pembangunan tetap berjalan. Seperti yang dialami Pemerintah Desa Putih, Kecamatan Gampengrejo. Jika pada tahun sebelumnya desa tersebut memperoleh ADD sekitar Rp800 juta, pada tahun ini anggaran yang diterima menyusut drastis menjadi sekitar Rp282 juta. Menyikapi kondisi tersebut, Pemdes Putih memilih bersikap lebih berhati-hati dalam penggunaan anggaran, terutama dalam menentukan skala prioritas program yang telah direncanakan. Fokus utama diarahkan pada keberlangsungan operasional dan administrasi pemerintahan desa agar tetap berjalan optimal. Kepala Desa Putih, Basori, menjelaskan bahwa keterbatasan anggaran membuat sejumlah rencana pengembangan sarana dan prasarana fisik harus ditunda. Sebagai gantinya, anggaran dialokasikan untuk program-program yang dinilai memiliki manfaat langsung bagi masyarakat. Baca juga : Persik Kediri Bersiap Rombak Skuad, Striker Asing Jadi Target Utama “Untuk tahun ini, kami memprioritaskan program kesehatan masyarakat, bantuan langsung tunai (BLT), serta penanganan kebencanaan. Posyandu balita dan lansia tetap menjadi perhatian, begitu juga penyaluran BLT bagi warga kurang mampu,” ujar Basori. Selain itu, ia menegaskan bahwa program penanggulangan bencana menjadi salah satu fokus utama Pemdes Putih. Hal tersebut mengingat kondisi Sungai Kresek yang merupakan pertemuan tiga aliran sungai dan kerap mengalami jebol tanggul. “Beberapa waktu lalu bahkan terjadi jebol tanggul di lima titik Sungai Kresek. Ini tentu membutuhkan anggaran untuk normalisasi dan perbaikan tanggul agar lahan pertanian warga tidak terus terendam dan petani tetap bisa panen,” tambahnya. Baca juga : Kasus PMK di Kediri: 17 Ekor Sapi Dinyatakan Sembuh dari Total 91 Ternak Terpapar Dengan kondisi anggaran yang terbatas, Pemdes Putih berharap pengelolaan yang tepat sasaran tetap mampu memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat desa.*** Reporter: Bakti Wijayanto Editor : Hadiyin