NusaBali.com - Ketua PHRI Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati usai pelantikan pengurus PHRI Bali, Jumat (23/1/2026). - IST 23 Jan 2026 16:06:03 • 355 DENPASAR, NusaBali.com — Jumlah kunjungan wisatawan ke Bali menunjukkan tren peningkatan, namun kondisi tersebut tidak demikian dengan tingkat hunian hotel (okupansi) maupun pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata yang justru mengalami penurunan. Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati saat pelantikan pengurus PHRI Bali periode 2026-2030, Jumat (23/1/2026) menyampaikan bahwa target kunjungan wisatawan tahun 2025 yang semula ditarget 6,5 juta orang bahkan telah terlampaui, dengan realisasi lebih dari 7 juta kunjungan.“Secara angka, kunjungan meningkat sekitar 10,2 persen dibanding tahun sebelumnya. Namun di sisi lain, tingkat okupansi hotel justru turun hingga sekitar delapan persen,” ujar tokoh pariwisata yang akrab disapa Cok Ace ini.Kondisi ini juga berdampak langsung terhadap penerimaan daerah. Ia mencontohkan, realisasi PAD dari sektor pariwisata di sejumlah kabupaten/kota, termasuk Kabupaten Badung, tidak mencapai target. Dari target sekitar Rp9 triliun, realisasi masih berada di bawah angka tersebut.Menurutnya, fenomena ini menunjukkan adanya perubahan pola belanja wisatawan. Banyak wisatawan datang, namun tidak menginap di hotel resmi atau tidak menggunakan layanan pariwisata formal, sehingga perputaran ekonomi tidak tercatat optimal.Salah satu faktor yang disorot adalah maraknya akomodasi non berijin dan penyewaan vila melalui platform digital yang belum seluruhnya terdata secara resmi. Kondisi ini menyebabkan persaingan tidak sehat dengan hotel dan usaha pariwisata berizin.Pemerintah Provinsi Bali saat ini tengah mendorong penertiban usaha akomodasi berbasis platform agar seluruh pelaku usaha memiliki izin dan terdaftar dalam asosiasi, sehingga kontribusi terhadap pajak daerah dapat ditingkatkan.Pelaku pariwisata berharap kebijakan pengendalian platform digital dan penertiban vila ilegal dapat memperbaiki struktur industri pariwisata Bali agar peningkatan kunjungan benar-benar berdampak pada kesejahteraan masyarakat dan pendapatan daerah. *may Penulis : Editor : MAO Halaman: 1 Komentar Berita Terkait Sponsored Baca Juga Cover Hari Ini Nusa Ning Nusa Kolom Konsultasi Pojok Iklan