Ringkasan Berita:* Badan Pimpinan Cabang Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Garut resmi dinakhodai Ato Hermanto di periode 2026-2031 * Saya membawa misi menghidupkan pariwisata Garut menjadi pariwisata hebat dengan kolaborasi berbagai pihak Laporan Kontributor TribunPriangan.com Garut, Sidqi Al Ghifari TRIBUNPRIANGAN.COM, GARUT - Badan Pimpinan Cabang Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Garut resmi dinakhodai Ato Hermanto di periode 2026-2031. Ato yang dikenal sebagai pengusaha dodol ternama di Garut itu dipilih secara aklamasi dalam Musyawarah Cabang (Muscab) VII di Cipanas, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Senin (26/1/2026) malam. "Saya membawa misi menghidupkan pariwisata Garut menjadi pariwisata hebat dengan kolaborasi berbagai pihak," ujar Ato kepada Tribun. Ia menuturkan, dalam ingatannya sejak tahun 1980-an Garut memang telah memiliki potensi pariwisata yang luar biasa apabila seluruh pemangku kepentingan mau bekerja sama secara serius. Apalagi ungkapnya, Garut memiliki kelengkapan daya tarik wisata yang jarang dimiliki daerah lain, mulai dari wisata laut, pegunungan, danau, pemandian air panas, hingga kekayaan budaya dan kuliner khas yang dapat dikemas menjadi satu kesatuan paket wisata. Baca juga: Nominal Dana Bansos PKH Bulan Ini untuk Warga Garut "Misalnya Ngamplang, saya berencana membuat kawasan itu jadi payung wisata, menghidupkan lagi legenda masa lalu bahwa Ngamplang sebagai tujuan wisata," ungkapnya. Selain menghidupkan roda perekonomian masyarakat, kawasan Ngamplang juga akan dibangkitkan melalui penguatan narasi sejarah. Pasalnya, wilayah tersebut hingga kini masih menjadi lokasi berdirinya sebuah hotel yang pada masanya merupakan tujuan tamu-tamu penting pada era kolonial. Hotel bernama Grand Hotel Ngamplang itu tercatat pernah dikunjungi sejumlah pesohor Eropa, di antaranya aktor legendaris Charles Chaplin yang datang pada tahun 1932 dan 1936. Selain itu, hotel tersebut juga pernah disinggahi Renate Müller, penyanyi dan aktris cantik asal Jerman yang populer pada awal dekade 1900an. "Jika infrastrukturnya bagus, dan wisatanya dikolaborasikan dengan berbagai pihak, kami PHRI bisa menjanjikan pendapatan asli daerah lima bisa lima kali lipat," ungkapnya. Selain menghidupkan ekonomi, Ngamplang juga akan dibangkitkan melalui narasi sejarah lantaran di kawasan itu pernah berdiri sebuah hotel tujuan tamu jaman kolonial. Hotel tersebut bernama Grand Hotel Ngamplang, pernah dikunjungi pesohor eropa mulai dari Charles Chaplin yang berkunjung tahun 1932 dan 1936, juga Renate Muller, penyanyi cantik asal Jerman yang eksis di awal tahun 1920an. "Saya itu kuncen di Ngamplang, sejak kecil tahu kawasan itu, sekarang saatnya tempat itu dibangkitkan lagi," ucapnya.