Perbaikan Data
Perbaikan Data khusus anggota
Klik Di Sini

Pasangan Ato-Dudung Memimpin PHRI Garut, Program Unggulan Diyakini Mampu Dongkrak Okupansi - Priangan Insider

Baca Juga: Khadizarah Bibit Siap Dukung Program Tanam Pohon Gubernur Jawa Barat dengan Bonus Menarik Ia menegaskan, ke depan aktivitas PHRI tidak hanya menjadi agenda internal organisasi, melainkan hasil kolaborasi dengan pemerintah daerah dan para pengusaha di sektor pariwisata. " Jadi, saya harapan ke depan ya kegiatan PHRI ini bukan hanya hajat PHRI, tapi ini kolaborasi lah dengan pemerintah daerah, khususnya dinas pariwisata daerah dan kita kolaborasikan dengan para pengusaha hotel," ujarnya. Selain persoalan promosi, Ato juga menyoroti tantangan efisiensi anggaran pemerintah yang berdampak langsung terhadap tingkat okupansi hotel, restoran, dan sektor pariwisata lainnya. Berkurangnya kegiatan pemerintahan di hotel dan tempat wisata turut memengaruhi pendapatan pelaku usaha. Meski demikian, Ato menilai kebijakan efisiensi anggaran tidak bisa disalahkan, mengingat kondisi ekonomi yang sedang sulit. Menurutnya, efisiensi justru harus dijadikan tantangan bersama untuk mencari solusi. " Ya, kalau namanya efisiensi ya semua juga harus efisiensi kan situasi sekarang kan, baik masyarakat, baik birokrat, semua juga lagi susah lah sekarang. Lagi daya beli lagi rusak, keuangan lagi sulit. Ya memang harus efisiensi semua. Makanya kenapa kita bicara sinergitas, bicara kolaborasi, justru ini yang akan kita saling gotong royong," ujarnya Senin malam (26/1). Dengan kolaborasi yang solid, Ato optimistis dampak efisiensi anggaran dapat ditekan melalui program-program kreatif yang mampu meningkatkan tingkat okupansi. " Nah itu dengan efisiensi ini dan dengan program-program ini kelihatan efisiensi ini udah tidak masalah. Kita khusus untuk program-program misal untuk event atau apapun lah. Karena apapun juga kan namanya pariwisata kan tetap harus dieksplore dan nanti harus bisa menggali bagaimana potensi-potensi," ujarnya. Ato juga memaparkan lima program unggulan PHRI Garut yang dinilai mampu mendongkrak sektor pariwisata daerah, yakni wisata nginap, wisata produk knowledge, wisata kuliner, wisata budaya, dan wisata olahraga. " Kan kalau bisa wisata nginep, siapa sih yang nggak tahu Garut. wisata nginep kan udah representatif, udah seolah-olah bagus lah, udah profesional kan, hotel-hotel udah fasilitasnya udah hebat, itu wisata nginep. Kedua wisata produk knowledge. Bagaimana kita menggiring produk-produk wisata yang sifatnya ada kunjungan-kunjungan wisata atau edukasi wisata ke arah sentra-sentra kerajinan kulit, dodol, apalah. Ini produk uniknya kita harus coba dikembangkan, dipromosikan. Ketiganya, wisata kuliner. Wisata makan. Keempatnya, wisata budaya, bagaimana Dinas Pariwisata mengemas, ya salah satu tadi kan ada tontonan yang menarik kan yang baru di penampilan, salah satunya kan itu ada kolaborasi antara musik Sunda dengan musik Bali. Dan yang belum ada sekarang itu wisata olahraga. Ya salah satunya saya lagi merintis bagaimana Ngamplang itu jadi dimiliki oleh semua, bagaimana kita membuat satu wisata olahraga di Ngamplang. Ada jogging track, ada outbond, ada, ada golf, ada tenis, ada ini, ada itu," ujarnya.(gilang)