Perbaikan Data
Perbaikan Data khusus anggota
Klik Di Sini

Bos-bos Restoran di Jatim Targetkan Okupansi Tembus 80% Saat Imlek

Surabaya - Momen Tahun Baru Imlek 2026 diharapkan mampu mendongkrak okupansi restoran di Jawa Timur. Para pengusaha restoran yang tergabung dalam Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jatim menargetkan okupansi restoran baik yang berada di hotel maupun stand alone mencapai 80% saat Imlek.Ketua PHRI Jatim Dwi Cahyono mengatakan momentum Imlek selama ini memang lebih terasa dampaknya bagi sektor kuliner. Lonjakan kunjungan biasanya terjadi di restoran yang menyajikan menu khas Imlek maupun restoran favorit keluarga."Untuk imlek memang lebih banyak peningkatan di restoran, baik di dalam hotel maupun yang di luar hotel," kata Dwi, Selasa, (3/2/2026). SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT Perayaan Imlek sendiri identik dengan tradisi makan bersama keluarga dan kerabat. Hal ini membuat permintaan reservasi restoran cenderung meningkat.PHRI Jatim pun memasang target cukup optimistis pada momen ini."Target okupansi saat imlek untuk resto stand alone dan di dalam hotel minimal 80%," ujarnya.Sementara itu, untuk sektor perhotelan, Dwi menyebut lonjakan okupansi kamar tetap ada meski tidak setinggi restoran. Faktor long weekend Imlek menjadi salah satu penopang tingkat hunian hotel di sejumlah daerah wisata maupun kota besar di Jatim."Untuk okupansi kamar hotel saat long weekend imlek, target kami sekitar 70%," jelasnya.Sejumlah hotel dan restoran juga menyiapkan promo khusus Imlek mulai dari paket makan bersama, menu spesial, hingga berbagai event. Langkah ini diharap mampu menarik minat masyarakat sekaligus menggerakkan sektor pariwisata dan ekonomi di Jatim selama libur Imlek. (irb/dpe)