Kamis, 05 Februari 2026 - 18:07:32 Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho, Kadis Pariwisata Riau, Tekad Perbatas Setia Dewa dan Ketua BPD PHRI Riau, Ir. Nofrizal, MM, dan pejabat lainnya pada Rakerda II BPD PHRI Provinsi Riau Tahun 2026 di Hotel Mutiara Merdeka, Pekanbaru, Kamis (5/2/2026). PEKANBARU, AmiraRiau.com – Badan Pimpinan Daerah (BPD) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Provinsi Riau sukses menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) II Tahun 2026 di Hotel Mutiara Merdeka, Pekanbaru, Kamis (5/2/2026). Mengusung tema “Kolaborasi PHRI dan Pemerintah Daerah untuk Pemulihan dan Pengembangan Pariwisata Riau,” forum ini menjadi titik temu strategis antara pelaku usaha dan pemangku kebijakan.Acara dibuka secara resmi oleh Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, SE, MM, serta dihadiri oleh Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Riau, Tekad Perbatas Setia Dewa, dan Ketua BPD PHRI Riau, Ir. Nofrizal, MM.Dalam laporannya, Kadispar Riau memaparkan data optimis dari Badan Pusat Statistik (BPS) Riau. Sepanjang tahun 2025, kinerja pariwisata menunjukkan tren positif dengan kenaikan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) mencapai 22 persen. Peningkatan ini berdampak langsung pada meroketnya tingkat hunian hotel di wilayah Riau. Baca Juga Kisah Inspiratif Prof. Sukino, Anak Petani yang Raih PhD di Bangkok Bersama Sang Putri Wali Kota Agung Nugroho menegaskan bahwa posisi strategis Riau sebagai provinsi penghubung di Sumatera harus dimanfaatkan secara maksimal. "Pemerintah telah melonggarkan izin pelaksanaan kegiatan di hotel. Ini adalah angin segar. Kami mengajak seluruh pelaku usaha hotel untuk bersatu dalam wadah PHRI guna mempermudah koordinasi dengan pemerintah," ungkapnya.Ketua BPD PHRI Riau, Nofrizal, menyoroti pentingnya peran sektor perhotelan dalam menyerap tenaga kerja lokal dan menggerakkan ekonomi daerah. Namun, ia menyayangkan masih banyaknya hotel di Riau yang belum bergabung dalam organisasi.“Kolaborasi adalah kunci keberlanjutan. Kami berharap pemerintah daerah terus mendukung melalui kebijakan yang memberikan kepastian investasi, kemudahan perizinan, serta iklim usaha yang kondusif,” ujar Nofrizal.Ketua Panitia, Aguswandi, menjelaskan bahwa Rakerda ini bukan sekadar evaluasi program, tetapi juga ajang promosi keterampilan industri. Berbagai agenda menarik turut memeriahkan acara, antara lain lomba mewarnai diikuti lebih dari 100 anak tingkat TK dan PAUD, skill performance menampilkan aksi juggling dari Pekanbaru Bar Sharing dan demo Making Bed oleh Ikatan Housekeeping.Melalui Rakerda II ini, PHRI Riau optimis dapat membangun landasan komunikasi yang lebih solid demi menjadikan pariwisata Riau sebagai primadona ekonomi di masa depan.***Penulis: MH Haikal/Rls