Perbaikan Data
Perbaikan Data khusus anggota
Klik Di Sini

Sekda Jateng Ajak Pengusaha Hotel dan Restoran Akselerasi Pengembangan Wisata Syariah

SEMARANG, MettaNEWS – Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, mengajak Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) untuk memperkuat kolaborasi dalam mempercepat pembangunan sektor pariwisata di Jawa Tengah, khususnya pengembangan pariwisata berkelanjutan dan ekonomi halal berbasis syariah. Ajakan tersebut disampaikan Sumarno saat memberikan sambutan mewakili Gubernur Jawa Tengah dalam acara Welcoming Dinner Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I PHRI yang digelar di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, Senin malam (9/2/2026). “Bagi kami, momentum ini sangat sejalan dengan program Pak Gubernur. Di tahun 2027 nanti, kita akan lebih fokus pada pengembangan pariwisata dan ekonomi syariah,” kata Sumarno. Ia menjelaskan, struktur pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah saat ini masih sangat didominasi oleh sektor konsumsi. Karena itu, peningkatan jumlah kunjungan wisatawan dinilai menjadi kunci utama untuk mendongkrak daya beli masyarakat sekaligus menghidupkan ekosistem usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). “Pariwisata adalah pintu utama untuk meningkatkan konsumsi di Jawa Tengah. Dengan kunjungan yang lebih banyak, otomatis konsumsi meningkat dan dampaknya langsung dirasakan oleh pelaku UMKM,” ujarnya. Sebagai bentuk keseriusan dalam pengembangan sektor tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah melakukan reorganisasi birokrasi dengan membentuk dinas khusus, yakni Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif. Integrasi ini diharapkan mampu menciptakan sinergi kuat antara pelestarian budaya dan pengembangan ekonomi kreatif yang berkelanjutan. Selain penguatan wisata syariah, Sumarno juga menyoroti besarnya potensi sport tourism sebagai magnet penarik wisatawan yang dinilai paling efektif saat ini. Ia mendorong setiap kabupaten/kota di Jawa Tengah untuk aktif menggelar event olahraga, khususnya lari. “Kami sudah mendorong hampir seluruh daerah untuk mengadakan event lari, baik itu road run maupun trail run. Ini cara paling mudah untuk mendatangkan orang,” tutur Sumarno. Pada kesempatan itu, Sekda juga menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Jawa Tengah sebagai tuan rumah Rakernas PHRI. Ia berharap forum nasional tersebut dapat menghasilkan percepatan nyata dalam pembangunan pariwisata yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat. “Kami minta bantuan rekan-rekan PHRI dari seluruh Indonesia untuk menginformasikan potensi wisata Jateng ini kepada khalayak luas,” katanya. Sementara itu, Ketua Umum BPP PHRI, Hariyadi BS Sukamdani, menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam menyukseskan Rakernas PHRI. Ia juga menyampaikan sejumlah aspirasi agar iklim usaha di sektor pariwisata semakin sehat dan kondusif. Menurut Hariyadi, pemerintah daerah diharapkan turut mengawal dinamika regulasi, termasuk perubahan Klasifikasi Baku Lapangan Kerja Indonesia (KBLI), agar dapat tersosialisasi dengan baik kepada pelaku usaha. Selain itu, ia menyoroti pentingnya standarisasi akomodasi seperti homestay agar tetap selaras dengan fungsi aslinya dan tidak menimbulkan tumpang tindih dengan industri perhotelan. “Problem ini memang menjadi urusan pemerintah pusat, tapi mungkin sebagai Pemprov perlu tahu juga,” pungkasnya.