MEDAN | okemedanPembangunan pariwisata, khususnya perhotelan, tidak bisa dilakukan sendiri. Harus ada kerja sama lintas sektor agar pariwisata Sumut semakin berkembang,Hal itu ditegaskan oleh kandidat Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Badan Pengurus Daerah (BPD) Sumut, Melkhy Waas dalam konperensi pers di Warung Ijo, Jalan KH. Wahid Hasyim, Kamis (12/2) jelang Musyawarah Daerah XIII 14-16 Februari 2026 di Medan. Selain Melkhy, konprensi pers juga dihadiri Ketua PHRI BPD Sumut, Denny S Wardhana dan Ketua Panitia Edy Suprayetno.Untuk itu, lanjut Melkhy Waas, ke depan PHRI BPD Provinsi Sumatera Utara ingin bekerjasama dengan segala aspek sektoral – dinas-dinas, pemerintah provinsi, kabupaten kota . “Karena pembangunan pariwisata khususnya bidang hotel dan restoran tidak dapat dikerjakan sendiri. Kita butuh stakeholder lain untuk membantu dan mengembangkan pariwisata di Sumut,” ujar Melkhy. Pihaknya juga menggandeng Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sebagai wujud kontribusi PHRI BPD Sumut di daerah ini. “Kita ingin teman teman UMKM ini skillnya meningkat, demikian juga penjualannya,” kata Melkhy.Ketua Panitia, Edy Suprayetno menjelaskan selain sidang pleno, Musda akan diisi dengan Eksebisi, Edukasi, dan juga Kompetisi. Kegiatan ini berkolaborasi dengan asosiasi-asosiasi pariwisata lain sesuai tema yang diusung ‘Meningkatkan Konsolidasi Antar Sektor Pariwisata Menghadapi Dinamika Ekonomi Nasional dan Pasar Global’.Adapun kegiatan Eksebisi, Edukasi dan Kompetisi diantaranya Pameran Horeka (hotel, restoran, katering supply) Experiement Talk menghadirkan narasumber Indra Wirawan GM Wing Hotel KNO, dan juga Ketua IHGMA Sumut, Sarmad GM Santika Hotel dan Rachmad Suwardi GM Hotel Grand Mercure Angkasa Medan.Selain itu Indonesian Rijsttafel (konsep jamuan makan ala zaman Belanda yang menyajikan nasi bersama puluhan kuliner Nusantara dalam porsi kecil), cooking competition, bedding competition hingga PHRI Table Top.Musda diperkirakan dihadiri seribu lebih undangan dari kalangan pelaku industri perhotelan, restoran, industri pariwisata dan stakeholder.Ketua PHRI BPD Sumut, Danny S Wardhana, mengatakan proses penjaringan bakal calon ketua telah dilaksanakan sejak 15 Oktober hingga 15 November 2025. “Penjaringan calon Ketua sudah dilakukan sejak 15 Oktober sampai 15 November 2025 dan hanya ada satu calon, ” ungkap Denny.Calon Ketua PHRI BPD Sumut, Melkhy Waas, menyebutkan Musda ini merupakan bagian dari proses suksesi kepemimpinan setelah Danny S Wardhana memimpin organisasi tersebut selama dua periode sejak 2016-2020 dan 2021-2026.“Kami melaksanakan Musda untuk memilih ketua sebagai bagian dari suksesi kepemimpinan Pak Danny S Wardhana yang telah memimpin PHRI Sumut selama 10 tahun,” kata pemilik resto dan katering ini.Meski hanya terdapat satu calon, Melky menegaskan proses pemilihan tetap dilaksanakan sesuai AD/ART organisasi.Menurutnya, Musda menjadi momentum strategis untuk memperkuat kolaborasi dengan berbagai sektor, termasuk pemerintah daerah dan dinas terkait.Melkhy mengatakan, musda kali ini berbeda dari yang lain. “Ini bukan bentuk selebrasi tetapi bentuk apresiasi kita. Apresiasi atas apa yang sudah dicanangkan, dijalankan dan dilaksanakan oleh Bapak Denny S Wardhana selama 10 tahun terakhir ini dengan mengenalkan dan mengembangkan PHRI di Sumatera Utara. Ini merupakan bentuk investasi kita di masa depan untuk industri pariwisata dan hospitality di Sumatera Utara,” ujarnya.Ia berharap Musda XIII PHRI BPD Sumut berjalan lancar dan menghasilkan kepengurusan yang mampu mendorong pertumbuhan industri pariwisata dan perhotelan di Sumut. Sejumlah agenda jangka pendek dan jangka panjang pun sudah disusun ke depannya. termasuk menjalin kerjasama dengan pihak luar negeri.OM – diur