DENPASAR, NusaBali.com - Momentum libur Imlek yang bertepatan dengan long weekend diprediksi mendorong peningkatan kunjungan wisatawan dan okupansi hotel di Kota Denpasar. Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Denpasar memperkirakan kenaikan okupansi sekitar lima persen dibandingkan periode normal. Ketua PHRI Kota Denpasar, Ida Bagus Sidharta Putra, Kamis (12/2) mengatakan okupansi hotel selama periode Imlek diperkirakan mencapai kisaran 70–75 persen. Peningkatan tersebut mulai terlihat dari tren pemesanan melalui platform online yang menunjukkan kenaikan secara bertahap. “Momentum libur panjang cukup berpengaruh. Saat ini sudah terlihat peningkatan booking sekitar lima persen dibandingkan kondisi normal,” ujarnya. Menurutnya, tren pemesanan menjelang Imlek kali ini menunjukkan peningkatan wisatawan domestik, terutama dari Jakarta, Surabaya, dan beberapa kota besar lainnya. Kondisi ini berbeda dengan pola kunjungan tahunan di kawasan Denpasar, khususnya Sanur, yang umumnya didominasi wisatawan mancanegara. Dia menjelaskan, secara umum komposisi wisatawan di Sanur didominasi wisatawan asing, dengan sekitar 40 persen berasal dari Eropa dan 40 persen dari Australia. Sementara wisatawan domestik dan Asia biasanya berada pada kisaran 10–15 persen sepanjang tahun. Namun pada momentum tertentu seperti Imlek atau Lebaran, porsi wisatawan domestik dapat meningkat hingga sekitar 20 persen. Sidharta Putra menambahkan, sistem online booking membuat pola reservasi semakin dinamis karena wisatawan dapat melakukan pemesanan mendekati waktu kedatangan. Biasanya peningkatan okupansi mulai terlihat lima hari hingga satu minggu sebelum hari libur, dengan puncak kedatangan diperkirakan terjadi dua hingga tiga hari sebelum Imlek yang jatuh pada 17 Februari. Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar, Ni Putu Riyastiti, mengungkapkan tingkat okupansi hotel saat ini masih berada pada angka moderat. Untuk hotel berbintang tercatat sekitar 37,5 persen, sedangkan hotel non-bintang berada di kisaran 13,85 persen. “Pergerakan wisatawan sudah mulai terlihat, namun belum terlalu signifikan. Biasanya peningkatan terjadi mendekati hari perayaan,” jelasnya. Riyastiti menambahkan, pihaknya terus memantau perkembangan okupansi menjelang Imlek dan berharap momentum libur tersebut dapat mendorong pertumbuhan kunjungan wisatawan sekaligus memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata dan pelaku usaha perhotelan di Kota Denpasar. *mis