DIKSIMERDEKA.COM, BADUNG – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) memprediksi akan terjadi peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) asal China ke Bali sebesar 10 persen saat Hari Raya dan libur Implek. Ketua PHRI Badung I Gusti Agung Rai Suryawijaya mengatakan kenaikan 10 persen dibandingkan periode normal dipicu oleh adanya momentum libur panjang di negara tersebut serta tersedianya penerbangan langsung dari China ke Bali. “Prediksi 10 persen ada peningkatan karena ada libur panjang dan sekarang penerbangan sudah langsung ke Bali seperti dari Kota Beijing, Shanghai, Hennan atau melalui penerbangan transit di Singapura lalu ke Bali,” terangnya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (16/02/2026). Seiring dengan peningkatan kunjungan wisatawan tersebut, ia meyakini okupansi atau hunian hotel di Bali juga akan meningkatkan. Menurutnya saat ini tingkat okupansi hotel di Bali sekitar 65-70 persen. Ia mengatakan wisatawan asal China umumnya memiliki lama tinggal 3-4 hari. Meski demikian singkat, volume wisatawan asal China sangat tinggi. Agung Rai mengatakan dari jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali sekitar 18.000-20.000 di waktu normal, 30 persen merupakan wisatawan China. Lebih jauh, ia mengatakan wisatawan asal China umumnya memilih aktivitas wisata pantai dan layanan wellness seperti Spa dan shoping. Untuk itu, ia pun meminta seluruh pelaku wisata untuk meningkatkan kualitas layanan dan kenyamanan wisatawan. Ia mengatakan pasar China merupakan salah satu pasar wisata terbesar di dunia selain India. “Sehingga ketika kita memberikan pelayanan dan kenyaman, serta keamanan yang baik ini akan menjadi promosi secara tidak langsung agar mereka datang lagi,” terangnya. Terlebih tambahnya, kompetisi destinasi wisata di kawasan Asia semakin ketat, terutama dengan negara seperti Vietnam, Thailand, dan Maldives. Sehingga penting meningkatkan kualitas pelayanan wisatawan. Perlu diketahui, sepanjang tahun 2025, witawan asal China menjadi salah satu penyumbang terbesar wisatawan di Bali. Berbadasarkan data BPS, wisatawan asal China yang berkunjung ke Bali tahun lalu tercatat sekitar 537.375. Angka tersebut hanya lebih rendah dari India sebesar 569.261, dan Australia sekitar 1.628.459 wisatawan. Reporter: Agus Pebriana