Perbaikan Data
Perbaikan Data khusus anggota
Klik Di Sini

Hunian Hotel di Karangasem Hanya 10 Persen

Rendahnya hunian mengakibatkan hotel kesulitan menutupi biaya operasional. AMLAPURA, NusaBaliHunian hotel di Karangasem turun drastis hingga titik terendah, yakni rata-rata 10 persen. Kondisi ini menjadikan manajemen hotel tekor, antara lain lain, karena tetap harus mempekerjakan karyawan secara normal. Bahkan losmen tanpa penghuni sejak Covid-19, tahun 2020 – 2021."Kami selama ini mengandalkan wisatawan Eropa. Tapi, di Eropa belum liburan. Makanya hunian hotel jadi sepi, hanya mencapai 10 persen," jelas Ketua PHRI Karangasem I Wayan Kariasa, saat dihubungi di ruang kerjanya, Objek Wisata Candidasa, Banjar Samuh, Desa Bugbug, Kecamatan Karangasem, Selasa (17/2).Disebutkan, titik terendah kunjungan wisatawan ke Karangasem, Januari, Februari, dan Maret. Sedangkan April, Mei dan Juni, kunjungan akan mulai ada meskipun belum optimal. Kunjungan akan ramai Juli, Agustus, September, Oktober, dan akhir Desember. Rendahnya hunian mengakibatkan hotel kesulitan menutupi biaya operasional. "Agar bisa mencapai BEP (break event point), hunian hotel mesti kisaran 30 - 40 persen," tambah Kariasa.Dia mencontohkan di Hotel Ariras Candidasa, di Banjar Samuh, Desa Bugbug, Kecamatan Karangasem, memiliki 19 kamar, namun terisi hanya 2 kamar, aatau 10,5 persen. "Makanya, kami berharap ada wisatawan domestik yang datang, saat kunjungan wisatawan Eropa sepi," harapnya.Selain disebabkan belum musim liburan, kata Karisasa, sepinya kunjungan akibat dari berita - berita tentangan banjir di Bali, tanah longsor, sampah, dan cuaca ekstrem. Karena orang berwisata memerlukan kenyamanan. Karena cuaca ekstrem, banyak wisatawan batal berkunjung. Owners Utama Beach Villas Candidasa, di Banjar Mendira, Desa Sengkidu, Kecamatan Manggis, Karangasem, I Wayan Tama menyukuri hunian hotelnya sampai 35 persen. "Kebetulan ada wisatawan domestik datang sehingga bulan Februari rata-rata hunian 35 persen," jelas mantan anggota DPRD Karangasem dari Partai Golkar, ini. Sebenarnya, lanjut I Wayan Tama, hunian hotel selama Januari - Februari, relatif sepi. Sebab, belum musim liburan, terlebih lagi untuk Karangasem mengandalkan wisatawan dari Eropa. Berbeda dengan pemilik Losmen Kembang Remaja Amlapura I Gede Putra. Kata dia, sejak Covid-19 tanpa penghuni. "Sejak Covid-19, Losmen Kembang Remaja, tanpa kunjungan, bukan sepi lagi nihil hunian," jelas I Gede Putra. Losmen ini beralamat di Lingkungan Telaga Mas, Kelurahan Subagan, Kecamatan Karangasem. Hunian ini mengandalkan tamu – tamu non turis, misalnya sales barang dagangan tertentu. Sesuai catatan di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Karangasem di Karangasem terdapat 8 hotel berbintang, dan 203 hotel non bintang dengan 2.594 kamar untuk hunian 3.377 wisatawan.7ntr