Jakarta (ANTARA) - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) ingin mengajak promotor konser untuk berkolaborasi agar para penggemar khususnya peminat K-Pop dapat lebih mudah menyusun perencanaan ketika berpergian di Indonesia."Biasanya penyelenggaraan event itu belum berkolaborasi dengan pihak akomodasi, ini jadi masalah. Kita masih berjalan-jalan sendiri padahal kerumunan yang diciptakan dari event seperti K-Pop itu juga pasti butuh akomodasi," kata Sekretaris Jenderal Maulana Yusran saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Jumat.Yusran mengatakan masalah akomodasi menjadi hal yang sangat krusial ketika ada sebuah konser yang digelar. Terdapat kemungkinan penggemar dari kota yang sama pun rela untuk menyewa kamar sebagai bentuk antisipasi pulang larut ataupun terlalu lelah untuk kembali ke rumah.Para penggemar sampai saat ini juga masih cenderung terpaku mencari akomodasi yang berada satu lokasi dengan tempat konser diadakan. Padahal, kota-kota seperti Jakarta sudah memiliki akses akomodasi maupun transportasi yang memadai.Dia mencontohkan jika konser digelar di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, penggemar tidak perlu khawatir kalau belum mendapatkan penginapan terdekat.Sebab, kawasan tersebut memiliki transportasi publik yang baik seperti MRT maupun bus Transjakarta.Baca juga: PHRI harap penerbangan transit tak dihapus dari OTABaca juga: Menpar minta industri perhotelan kelola sampah secara mandiriPenggemar bisa mencoba opsi untuk menginap di daerah Blok M yang dapat menjangkau Senayan hanya dalam kurun waktu 5 sampai 10 menit kalau menggunakan MRT."Ini bisa jadi pilihan bagi para penonton yang ingin datang. Misalnya dalam konser BTS ini kan sangat populer, penggemarnya cukup banyak, tentu ini bisa melibatkan orang dari inbound, dari luar negeri bahkan luar kota Jakarta," ujarnya."Seharusnya dengan kolaborasi itu bisa memudahkan mereka untuk mendapatkan akomodasi dan informasi. Bagaimana mereka bisa mudah untuk menonton konser tersebut dan dimana wilayah yang menjadi salah satu bisa dijadikan satu paket untuk mereka pada saat mereka datang," tambah Yusran.Ia turut menyayangkan para promotor konser sejauh ini belum ada yang mengajak PHRI untuk berkolaborasi dalam mengatasi permasalahan tersebut. Yusran meyakini jika kedua pihak berkolaborasi, penggemar dapat mendapatkan informasi terkait akomodasi dengan lebih mudah dan konektivitas antar tempat jadi lebih efisien.Tentunya dengan bantuan dari pemerintah daerah setempat seperti Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang diharapkan dapat mempertimbangkan untuk menambah waktu operasional transportasi umum.Dalam kesempatan itu, dia menilai bahwa kunjungan idola K-Pop seperti BTS untuk menyelenggarakan konser di Indonesia akan sangat mempengaruhi okupansi hotel serta memutar roda perekonomian.Hal tersebut dikarenakan penginapan menjadi salah satu hal yang dibutuhkan oleh penggemar dan dipastikan masuk dalam perencanaan perjalanan ketika akan berkunjung ke kota yang dijadikan tempat penyelenggaraan konser.Baca juga: Pemesanan kamar di menit terakhir pengaruhi okupansi hotelBaca juga: PHRI beberkan persiapan hotel untuk sambut keluarga saat libur lebaranBaca juga: PHRI DIY bidik wisman jaga okupansi hotel selama RamadhanPewarta: Hreeloita Dharma ShantiEditor: Maria Rosari Dwi Putri Copyright © ANTARA 2026 Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.