Perbaikan Data
Perbaikan Data khusus anggota
Klik Di Sini

Awal Ramadan, Okupansi Hotel di Yogyakarta Hanya 10 Persen

Yogyakarta, Beritasatu.com – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (PHRI DIY) mencatat tingkat hunian hotel di Yogyakarta anjlok pada awal Ramadan 2026. Okupansi hotel hanya berada di kisaran 5% hingga 10% ADVERTISEMENT Ketua PHRI DIY Deddy Pranowo Eryono mengatakan, penurunan okupansi hotel saat dua pekan pertama Ramadan memang kerap terjadi setiap tahun. Namun, kondisi tahun ini dinilai lebih berat akibat turunnya daya beli masyarakat serta minimnya wisatawan nonmuslim dan wisatawan asing. "Ramadan dua minggu pertama itu okupansi turun sangat drastis. Data kita menunjukkan hanya sekitar 5% hingga 10%," kata Deddy Pranowo Eryono di Yogyakarta, Minggu (22/2/2026). Untuk menghadapi penurunan okupansi hotel selama Ramadan, sebanyak 479 anggota PHRI DIY yang terdiri dari hotel berbintang, nonbintang, dan restoran telah menyiapkan sejumlah langkah mitigasi. Salah satunya dengan memberikan promo harga kamar atau menurunkan tarif sesuai kebijakan masing-masing manajemen hotel. Selain itu, pelaku usaha juga melakukan efisiensi operasional guna menekan biaya, sembari bersiap menyambut lonjakan kunjungan saat musim libur Lebaran. GM Tjokro Style Yogyakarta, Veri Diana menyampaikan, pihak hotel juga menawarkan paket buka puasa (iftar) dengan harga terjangkau agar tetap diminati masyarakat, khususnya kalangan anak muda. Menu yang disajikan pun dibuat lebih kreatif dan mengikuti selera generasi muda. Meski pendapatan dari paket iftar belum mampu menutup seluruh biaya operasional hotel, program ini setidaknya membantu meningkatkan pendapatan. Dengan tambahan pemasukan tersebut, manajemen hotel dapat memenuhi kewajiban pembayaran tunjangan hari raya (THR) bagi karyawan. PHRI DIY berharap pemerintah dapat mengeluarkan kebijakan yang mampu mendongkrak kunjungan wisatawan menjelang Idulfitri. Diskon tarif transportasi umum serta rencana penerapan kebijakan work from anywhere (WFA) bagi ASN dan karyawan swasta diharapkan dapat menjadi stimulus bagi sektor perhotelan Yogyakarta. Simak berita dan artikel lainnya di Google News Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu