DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Perhimpunan Hotel dan Restauran Indonesia (PHRI) mencatat terjadinya pembatalan kunjungan wisatawan ke Bali akibat banjir yang melanda sejumlah kawasan wisata, terutama di Badung dan Denpasar beberapa hari terakhir. Ketua PHRI Badung I Gusti Agung Ngurah Rai Suryawijaya mengatakan pembatalan didominasi wisatawan asal Australia setelah beredarnya pemberitaan dan unggahan banjir di media sosial. Menurut Rai Suryawijaya pembatalan itu berdampak pada tingkat okupansi atau hunian hotel dan akomodasi pariwisata, terutama di daerah terdampak banjir. “Cukup banyak pembatalan, ini tentu berdampak pada tingkat hunian hotel dan akomodasi di Bali,” ujarnya, Jumat (27/02/2026). Ia menyebut potensi kehilangan pendapatan (loss revenue) cukup tinggi. Ia menjelaskan Rata-rata wisatawan Australia membelanjakan sekitar 1.500 hingga 2.000 dolar AS per orang saat liburan ke Bali. “Lama tinggal mereka umumnya satu minggu sampai 12 hari. Tinggal dikalikan saja itu,” ungkapnya. Terkait kemungkinan larangan bepergian (travel ban) dari negara-negara penyumbang wisatawan seperti Australia, India, dan China, ia memastikan hingga saat ini belum ada negara yang mengumumkan larangan bepergian ke Bali. “Belum ada travel ban,” katanya. Meski demikian, ia mengatakan hotel dan villa di Bali, terutama di kawasan rawan banjir, telah memiliki standar operasional prosedur (SOP) evakuasi banjir. Pihak hotel juga berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten/kota maupun provinsi dalam memantau dan melakukan evakuasi jika diperlukan. “Banjir bisa dimonitor. Ketika air mulai naik, bisa dilakukan antisipasi lebih awal. Sejauh ini tidak sampai terjadi korban jiwa, baik dari masyarakat maupun wisatawan,”terangnya. Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, I Wayan Sumarajaya, memastikan kondisi pariwisata Bali tetap aman dan terkendali. Meski demikian, ia mengakui bahwa pada periode Januari hingga Februari memang terjadi low season atau musim kunjungan rendah, sehingga tingkat hunian hotel secara umum mengalami penurunan dibandingkan periode liburan akhir tahun. Reporter: Agus Pebriana