Terkini Terpopuler Top News NasionalUpdatesEkonomiHumanioraPariwisataFokus HoaxOlahragaTaksuArtikelSeni dan Hiburan Foto Video Senin, 2 Maret 2026 16:56 WIB Dewa Ketut Sudiarta Wiguna Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Bali menyiapkan inovasi Serambi Bali atau Sentra Masjid Ramah Pemudik yang disediakan untuk tempat beristirahat saat arus mudik Idul Fitri 2026. “Kami di Bali membuat inovasi Serambi Bali di (Kabupaten) Jembrana baik masjid maupun pura yang representatif untuk tempat singgah atau istirahat,” kata Kepala Kanwil Kemenag Bali I Gusti Made Sunartha di Denpasar, Bali, Senin. Pihaknya sudah memetakan sekitar enam masjid yang representatif untuk digunakan pemudik untuk beristirahat di kabupaten itu. Selain itu, ada juga halaman Pura Majapahit di Desa Baluk, Kecamatan Negara, Jembrana yang berdekatan dengan Masjid Nurul Amin yang rencananya juga bisa digunakan untuk tempat istirahat di jalur mudik Denpasar-Gilimanuk. Ia telah melakukan komunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Jembrana terkait inovasi itu untuk pemanfaatan fasilitas kamar mandi di rumah ibadah tersebut hingga opsi untuk mengadakan pemeriksaan kesehatan gratis menggandeng Puskesmas terdekat. Pihaknya juga sedang mencari sponsor untuk rencana membuka pemeriksaan sepeda motor guna memastikan keamanan dan kenyamanan saat berkendara. “Kemungkinan juga disediakan (minum) kopi. Jadi itu yang rencana kami laksanakan,” imbuhnya. Inovasi itu menjadi bagian dari program Harmoni Ramadhan yang memiliki kepanjangan harmonis, rukun, moderasi, dan nilai iman. Beberapa titik jalur mudik di Bali di antaranya di jalur utara Kabupaten Buleleng juga rencananya menyediakan inovasi serupa. Selain telah berkomunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Jembrana, pihaknya juga telah melakukan safari Ramadhan di Kabupaten Tabanan, serta dalam waktu dekat menuju pemerintah kabupaten/kota lainnya di Bali. Di sisi lain, ia juga mengimbau calon pemudik untuk mudik lebih awal karena Hari Suci Nyepi yang jatuh berdekatan dengan Hari Idul Fitri. Adapun rangkaian Hari Suci Nyepi yaitu pada Rabu (18/3) upacara Tawur Agung Kesanga yang bermakna penyucian alam semesta pada pagi hingga siang hari dan dilanjutkan dengan pawai ogoh-ogoh atau boneka raksasa yang menyimbolkan dan mengingatkan umat Hindu agar sifat keburukan harus dinetralisasi menyambut Tahun Baru Saka. Selanjutnya pada Kamis (19/3) merupakan puncak Hari Suci Nyepi dengan Catur Brata Penyepian yaitu Amati Geni atau tidak menyalakan api/listrik, Amati Karya (tidak bekerja), Amati Lelungan (tidak bepergian), dan Amati Lelanguan (tidak menikmati hiburan/senang-senang). Keempat brata ini menjadi sarana refleksi diri dan pengendalian hawa nafsu. Pelaksanaan Nyepi berlangsung mulai pukul 06.00 pada Kamis hingga berakhir pukul 06.00 WITA pada Jumat (20/3). Editor : Ardi Irawan COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2026 Terkait Terpopuler