Perbaikan Data
Perbaikan Data khusus anggota
Klik Di Sini

ANCAMAN Didepan Mata, Ini yang Ditakutkan PHRI Bali Jika Perang AS-Israel Vs Iran Kian Membara

Home Bali Berita Bali ANCAMAN Didepan Mata, Ini yang Ditakutkan PHRI Bali Jika Perang AS-Israel Vs Iran Kian Membara Tayang: Senin, 2 Maret 2026 15:04 WITA Tribun Bali/ISTIMEWA/COMMUNICATION BANDARA I GUSTI NGURAH RAIWISATAWAN – Sejumlah wisatawan melintas di terminal internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali. Kinerja ekspor luar negeri Bali tumbuh 5,43 % (yoy) seiring ekspor jasa oleh peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara dan nusantara.  TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA – Pelaku pariwisata di Bali kini mulai cemas akan kondisi pariwisata di Bali akibat adanya perang di wilayah Timur Tengah antara Amerika Serikat dan Iran. Pasalnya perang di wilayah Timur tengah dipastikan akan mempengaruhi pariwisata di Bali khususnya Badung. Kondisi itu pun tidak dipungkiri Wakil Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia atau PHRI Bali I Gusti Ngurah Rai Suryawijaya.  Menurutnya pariwisata di Bali sangat dipengaruhi dengan adanya perang di Timur Tengah. Hal itu bisa dibuktikan dengan adanya penundaan penerbangan dari Middle East atau negara-negara yang berada di Timur Tengah. Baca juga: MOHON DOA! Buntut Perang AS-Israel Vs Iran, Kondisi 12 PMI Asal Klungkung Masih Misterius  “Sangat berpengaruh perang ini dengan pariwisata kita di Bali. Apalagi penerbangan internasional ada yang tertunda khususnya untuk di Middle East,” ujarnya saat dikonfirmasi Senin 2 Maret 2026 Kendati demikian, Rai Suryawijaya belum berani memastikan berapa persen perang itu akan mempengaruhi Bali. Rekomendasi Untuk Anda Namun dipastikan dampaknya pasti akan dirasakan. Dia mengakui kunjungan wisatawan pasti akan turun karena keamanan global terganggu. Baca juga: Ini Dampak Langsung yang Dialami Bali Jika Perang AS-Israel vs Iran Berkepanjangan “Sebenarnya kunjungan wisatawan dari Middle East ke Bali sih tidak begitu banyak. Namun karena keamanan global terganggu yang mengakibatkan semua terdampak. Tidak hanya di Indonesia, negara-negara lain mungkin mengingatkan masyarakatnya untuk antisipasi jika berlibur keluar negeri,” bebernya. Dirinya mengaku saat ini memang buka musim liburan, namun untuk wisatawan Mancanegara biasanya ramai karena adanya Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions (MICE) yang dilaksanakan di Bali. Dia mengaku kalua hari normal biasanya kunjungan wisatawan mencapai 60 persen, namun dengan kondisi seperti saat ini ditakutkan akan menurun drastis. “Kalau berbicara masalah domestik, biasanya meningkat saat momen lebaran yang akan datang. Bahkan peningkatan diangka 10-15 persen. Tapi untuk tahun ini kita belum memastikan akan meningkat atau tidak, dengan situasi saat ini,” bebernya Lebih lanjut pihaknya berharap agar pelaku pariwisata tetap waspada dengan pengaruh global ini, mengingat apapun bisa terjadi karena adanya perang di Timur Tengah. Sayangnya Rai Suryawijaya yang juga merupakan ketua PHRI Badung itu tidak membeberkan berapa jumlah kunjungan wisatawan saat ini yang datang ke Bali “Sementara untuk tingkat hunian hotel saat ini di angka 55 persen. Angka ini menurun dari biasanya yang di kisaran 60 persen,” imbuhnya Untuk diketahui, dampak dari perang tersebut sudah terlihat dengan batalnya sejumlah penerbangan dari Bali ke sejumlah kawasan di Timur Tengah seperti Doha, Qatar, Dubai, dan Abu Dhabi. Tiga kota di atas juga menjadi transit wisatawan dari negara-negara Eropa. Penerbangan dari Inggris, Jerman dan negara Eropa lainnya dengan tujuan Bali, banyak transit ke bandara di tiga kota tersebut. (*)