Perbaikan Data
Perbaikan Data khusus anggota
Klik Di Sini

Dampak Perang Iran-Israel, PHRI Bali Incar Wisman China hingga India

Jakarta, Beritasatu.com – Gejolak geopolitik di kawasan Timur Tengah, khususnya eskalasi konflik antara Iran dan Israel, mulai berdampak pada sektor pariwisata Indonesia, terutama di Bali. Menanggapi situasi tersebut, Wakil Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali, I Gusti Agung Rai Suryawijaya, mengungkapkan sejumlah langkah mitigasi yang dilakukan industri pariwisata di Pulau Dewata. Menurut Rai, sejumlah wisatawan mancanegara (wisman) dari kawasan Timur Tengah dan Eropa mengalami kendala perjalanan akibat penutupan atau pembatasan sejumlah rute penerbangan yang melintasi wilayah konflik. Sebagai langkah antisipasi, PHRI Bali kini mengalihkan fokus promosi pariwisata ke pasar wisatawan dari Australia. Selain itu, pelaku industri juga membidik dua pasar besar di Asia yang saat ini menunjukkan tren kunjungan meningkat, yakni China dan India. "Pangsa pasar yangpaling besar bagi Bali itu Australia. Kita maintain Australia, karena bagi wisatawan Australia, Bali adalah merupakan second home-nya. Kemudian, dua pangsa pasar yang paling berpotensi besar adalah China dan India," jelas Rai kepada Beritasatu.com, Sabtu (7/3/2026). Dengan memperkuat promosi pariwisata di ketiga negara tersebut, diharapkan dapat menutup potensi penurunan jumlah kunjungan wisatawan dari pasar Eropa dan Timur Tengah. Meski demikian, Rai mengingatkan bahwa jika konflik bersenjata di Timur Tengah berlangsung dalam waktu lama, maka diperlukan langkah tambahan untuk menjaga rasa aman wisatawan yang ingin berkunjung ke Bali. "Pariwisata itu fondasi utamanya adalah rasa aman. Jangankan membayar, diberikan tiket gratis pun orang tidak akan mau bepergian jika situasinya tidak aman," kata dia. Untuk menghadapi kemungkinan tersebut, PHRI Bali menyiapkan dua strategi jangka panjang. Secara internal, pelaku industri pariwisata bersama pemerintah daerah berkomitmen menjaga keamanan, stabilitas, dan kondusivitas di Bali. Sementara secara eksternal, PHRI terus berkoordinasi dengan Kementerian Pariwisata, maskapai penerbangan, serta agen perjalanan internasional guna mencari solusi penerbangan langsung menuju Bali tanpa harus melintasi wilayah konflik. "Komitmen kita, PHRI, menjaga stabilitas dan keamanan di Bali, kondusivitas. Kedua, mengupayakan untuk melakukan promosi-promosi, bekerja sama dengan industri pariwisata, travel agent, wholesaler, dan juga Kementerian Pariwisata, serta tour operator juga maskapai untuk melakukan langkah-langkah," ucap dia. Wisatawan Mancanegara (Wisman)Pariwisata BaliPHRI BaliDampak Israel IranIsrael Serang Iran