Surabaya - Okupansi restoran di Jawa Timur meningkat setelah lebih dari dua pekan Ramadan berjalan. Tingkat keterisian restoran bahkan sudah menembus 65%.Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Timur Dwi Cahyono mengatakan, peningkatan ini didorong tingginya aktivitas buka puasa bersama (bukber) masyarakat selama Ramadan."Okupansi restoran hotel mencapai sekitar 60%, kalau restoran di luar hotel sekitar 65%," kata Dwi saat dikonfirmasi detikJatim, Sabtu (7/3/2026). SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT Ia memprediksi, okupansi restoran masih berpotensi meningkat hingga mendekati Lebaran. Bahkan, jika tidak ada kendala, angka keterisian bisa menembus 75%."Prediksi kalau tidak ada masalah, seperti masalah BBM diprediksi bisa tembus 75%," bebernya.Menurutnya, restoran hotel ikut terdongkrak dengan penjualan paket buka puasa atau iftar yang banyak diminati masyarakat selama Ramadan.Di sisi lain, kondisi berbeda terjadi pada tingkat hunian kamar hotel. Selama Ramadan, okupansi kamar justru turun cukup dalam."Kalau okupansi kamar hotel jeblok di angka 27%," pungkasnya. (irb/hil)