BOYOLALI,LOKAWARTA.COM-Okupansi kamar hotel di Kabupaten Boyolali selama 2025:dirasa stabil. Hingga bulan kedua tahun ini pun, angkanya tetap, rata-rata 60 perse. Menurut ketua PHRI Boyolali Prasetyo Adi Setiawan, stabilnya okupansi kamar hotel di Boyolali di rata-rata 60 persen dipengaruhi oleh berbagai kegiatan MICE di kota susu tersebut. “Di Bulan Februari lalu ada event nasional rangkaian Hari Desa, pejabat dari Jakarta dan berbagai daerah tumplek blek di Boyolali yang menjadikan kamar hotel penuh,” kata Adi. “Makanya kita mendorong event MICE sebanyak mungkin untuk menarik wisatawan ke Boyolali, selain mengoptimalkan destinasi wisata yang ada, terutama wisata alam.” Hal itu dikatakan di sela buka bersama pengurus Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia / PHRI Boyolali, Selasa (10/02/2026), di Frontone Andia Hotel Boyolali. Selain sebagai ajang silaturahmi antarpengurus, dalam buka puasa bersama yang dihadiri Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata itu, PHRI juga memberi santunan pada anak yatim. Adi Setiawan melanjutkan, selama sebulan ke depan Boyolali City Light atau BCL kembali digelar. Selain sebagai branding kota dan daya tarik wisata, BCL juga bertujuan untuk memberdayakan UMKM, khususnya kuliner. Selain itu, BCL yang dibuka Jumat (13/0/2026) yang dipusatkan di simpang siaga itu juga tempat aktifitas seni dan budaya anak-anak muda Boyolali. “Event ini murni dari kami dan sponsor, sama sekali tidak dibiayai APBD,” kata Adi.(*) Editor : Vladimir Langgeng Sumber :