Badung, Beritasatu.com – Suasana Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali dilaporkan lebih lengang dari biasanya pada Maret 2026. Sepinya aktivitas penumpang, terutama di terminal domestik, menjadi sorotan setelah sebuah video viral di media sosial. Wakil Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali I Gusti Ngurah Rai Suryawijaya membenarkan kondisi tersebut. Ia menyebut beberapa faktor memengaruhi turunnya aktivitas penerbangan dan kunjungan wisatawan ke Bali. Sepinya bandara terbesar di Bali itu menjadi perbincangan publik setelah sebuah video diunggah oleh selebritas Kirana Larasati melalui akun TikTok miliknya. Dalam video tersebut terlihat sejumlah area di terminal domestik bandara tampak kosong. Restoran, toko suvenir, ruang tunggu penumpang, hingga lounge maskapai terlihat minim aktivitas pengunjung. Kirana Larasati mengatakan video itu direkam saat dirinya berada di terminal domestik Bandara Ngurah Rai pada 11 Maret 2026 sekitar pukul 17.30 Wita. "Gue lagi berada di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali pada pukul 17.30 waktu Bali di terminal domestik. Jujur ya, kok gue merasa seperti scary banget, sepi sekali di sini. Video ini gue rekam pada 11 Maret 2026," kata Kirana dalam video tersebut. Ia mengaku, terkejut melihat suasana bandara yang menurutnya sangat berbeda dibandingkan kondisi biasanya yang ramai oleh wisatawan. Menanggapi kondisi tersebut, Rai Suryawijaya menjelaskan bahwa sepinya bandara dipengaruhi beberapa faktor, baik dari penerbangan internasional maupun domestik. Salah satu faktor yang disebut berdampak adalah kondisi geopolitik di kawasan Timur Tengah yang memengaruhi rute penerbangan internasional. "Ya, benar sekarang kondisi bandara sepi dikarenakan kondisi yang memprihatinkan terutama di Middle East yang mana dampak perang Israel, Amerika Serikat dan Iran yang mana semua ini berdampak kepada tetangganya jadi eskalasi perang meluas sampai ke Uni Emirat Arab, sehingga penerbangan dari Middle East sementara ditunda dan ditutup. Maka Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai juga terdampak dengan kondisi seperti ini," katanya. Selain itu, ia menjelaskan penurunan wisatawan domestik juga dipengaruhi momentum bulan Ramadan, yang biasanya membuat mobilitas wisata masyarakat menurun. Rai Suryawijaya menilai kondisi tersebut bersifat sementara dan optimistis jumlah wisatawan akan kembali meningkat menjelang libur Idulfitri. "Kalau penerbangan domestik dalam bulan Ramadan ini menurun, tapi kita harapkan Idulfitri H-2 atau sebaliknya H+3 kita harapkan bisa meningkat. Kemungkinan tidak seramai tahun sebelumnya, peningkatan diprediksi 10-15 persen saja," jelasnya. Menurut dia, saat ini wisatawan domestik juga memiliki lebih banyak pilihan destinasi wisata di berbagai daerah di Indonesia yang sedang gencar melakukan promosi pariwisata. Beberapa daerah seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat disebut mulai meningkatkan kualitas destinasi wisata sehingga turut menarik minat wisatawan. "Hal ini juga sangat bagus untuk menambah destinasi wisata yang ada di Indonesia, asal saja bisa tidak keluar. Ketika perputaran masih di dalam negeri sangat bagus asal tidak keluar saja," imbuhnya. Bandara Bali SepiBandara Bali Sepi TotalBaliBandara