Perbaikan Data
Perbaikan Data khusus anggota
Klik Di Sini

Dampak Perang Timur Tengah Tak Pengaruhi Okupansi Hotel di Bantul

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Perang Timur Tengah yang berlangsung sejak beberapa waktu lalu, dinilai tidak begitu terdampak terhadap tingkat keterisian kamar hotel atau okupansi hotel di Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, dari tamu wisatawan asing atau mancanegara. "Kalau di Jogja mungkin tidak begitu terdampak. Tetapi, kalau di Bali itu pasti terdampak sekali," kata Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Bantul, Yohanes Hendra, kepada Tribunjogja.com, Kamis (19/3/2026). Kata Hendra, di Bali banyak wisatawan mancanegara dengan akses menuju Bali menggunakan pesawat. Sedangkan, banyak pesawat yang seharusnya terbang dan transit melalui Timur Tengah, namun terhambat dan penerbangan di tunda karena perang. "Dan mungkin beberapa pihak ada yang membuat travel warning. Sekarang saja, pemerintah dari seluruh dunia, sudah memberikan informasi kepada kedutaan besar untuk menarik para wisatawan kembali ke negaranya," jelas dia. Kebijakan itu diambil karena dikhawatirkan dampak perang tersebut meluas. Kata Hendra, walau secara kasat mata seperti Iran tidak hanya menyerang pangkalan Israel dan Amerika tetapi menyerang pangkalan Abu Dhabi, Arab, dan Qatar. "Tetapi kembali lagi, apakah negara yang diserang itu terima. Maka, disampaikan bahwa kita tidak hanya berpikir untuk menyerang suatu negara, tetapi menyerang pangkalan Amerika. Nah, di situ lah yang bisa terjadi meluas perang secara global," ucapnya. Kondisi itu, jelas berpotensi mempengaruhi kunjungan wisatawan mancanegara Walau pada bulan depan terdapat MTTA Fair di Malaysia, tetapi ketika kondisi perang masih terjadi maka berpotensi para seller menghadiri agenda tersebut. "Saya saja membatalkan untuk tidak jadi hadir ke sana dan beberapa delegasi dari negara lain juga membatalkan tidak bisa hadir. Ya karena itu tadi, dampak dari kondisi perang," pungkas dia.