Perbaikan Data
Perbaikan Data khusus anggota
Klik Di Sini

PHRI Sebut Tingkat Hunian Hotel di Lampung Capai 92 Persen selama Libur Lebaran 2026

Ringkasan Berita: Tingkat okupansi atau hunian kamar hotel di Provinsi Lampung menunjukkan tren positif. Tren tersebut terlihat selama periode libur Lebaran 2026. Rata-rata okupansi hotel di Bumi Ruwa Jurai mencapai angka 92 persen. Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung – Tingkat okupansi atau hunian kamar hotel di Provinsi Lampung menunjukkan tren positif selama periode libur Lebaran 2026. Sekretaris Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Lampung, Friandi Indrawan mengungkapkan, rata-rata okupansi hotel di Bumi Ruwa Jurai mencapai angka 92 persen. Angka ini menunjukkan peningkatan jika dibandingkan dengan periode libur Idul Fitri tahun sebelumnya. "Okupansi seperti tahun-tahun sebelumnya cukup bagus, tercatat di angka 92 persen. Itu sedikit lebih baik dari tahun 2025," ujar Friandi dimonfiasi, Selasa (24/3/2026). Menurutnya, tren kenaikan ini merata baik di hotel berbintang maupun non-bintang. Baca juga: Akar Hotel and Resort Lampung Gelar Bukber Bersama Karyawan dan Yatim Piatu "Hotel bintang dan non bintang hampir sama, kisaran 91-92 persen. Untuk peningkatan dari tahun kemarin memang tipis, sekitar 1,5 persen hingga 1,7 persen," lanjutnya. Mengenai durasi menginap, Friandi menyebut hal tersebut sangat bergantung pada tipe tamu yang datang. Pasalnya, kata dia, ada wisatawan yang sengaja datang untuk berlibur sehingga menginap selama dua hari atau lebih, namun ada pula tamu yang hanya singgah semalam. "Tapi yang jelas, rata-rata keterisian kamar selama 10 hari periode libur ini stabil di angka 92 persen," "Jika dikalkulasikan, perbandingannya setiap 10 kamar yang terisi, jumlah penghuninya ada sekitar 17 orang," jelasnya. Ia melanjutkan, wisatawan yang memadati Lampung berasal dari berbagai wilayah mulai domestik hingga tamu dari luar kota yang sengaja berwisata. "Tamu bervariasi, ada putra daerah yang sengaja mau liburan bersama keluarga. Lampung juga masih jadi destinasi favorit tamu dari wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) dan Jabodetabek," Kata dia. Tingginya angka hunian hotel ini, lanjut Friandi, membawa dampak instan (multiplier effect) bagi sektor pariwisata lainnya di Lampung. Friandi menegaskan, sektor restoran, toko suvenir, hingga pusat oleh-oleh otomatis turut mengalami peningkatan selama libur lebaran kali ini. "Ketika tingkat hunian hotel naik, otomatis visitor di sektor pariwisata lainnya juga naik dan merasakan dampaknya," kata Friandi. Terlebih, lanjut dia, Lampung memiliki daya tarik kuat di sektor kuliner yang selalu menjadi incaran wisatawan saat berkunjung. "Lampung terkenal dengan kulinernya, sehingga (kenaikan okupansi) ini pasti memberikan tambahan income ekstra bagi pelaku usaha di sana," pungkasnya. (Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto)