Cianjur (ANTARA) - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mencatat tingkat hunian hotel mencapai 70 persen selama libur panjang hari raya didominasi pendatang asal Jabodetabek. Ketua PHRI Cianjur Nano Indrapraja di Cianjur, Rabu, mengatakan tingkat hunian hotel di Cianjur sudah mengalami kenaikan pada H+2 lebaran, Senin (23/3) dan terus meningkat hingga H+4 lebaran. "Peningkatan terlihat cukup tinggi pada hari kedua setelah lebaran, rata-rata tingkat hunian mencapai 70 persen, namun ada yang mencapai 80 persen terutama hotel berbintang dan ternama di kawasan Puncak-Cipanas," katanya. Pihaknya memprediksi tingkat hunian akan tetap tinggi sampai akhir bulan Maret seiring habisnya libur panjang lebaran tepatnya Minggu 29 Maret, namun jumlahnya tidak akan lebih tinggi dari pekan sebelumnya. Tingkat hunian hotel pada libur lebaran tahun ini, tutur dia, masih sama dengan tahun sebelumnya, sehingga pihaknya menjalin kerjasama dengan berbagai kalangan termasuk pemerintah daerah untuk menggencarkan promosi guna meningkatkan angka kunjungan. "Kami minta Pemda Cianjur memiliki agenda rutin tahunan agar tingkat hunian terus meningkat, berbagai promosi dilakukan bersama sehingga angka kunjungan terus meningkat terutama saat libur akhir pekan dan libur panjang," katanya. Bahkan pihaknya akan terus mengingatkan pengelola hotel untuk mempertahankan pencapaian dan terus berkoordinasi dengan Pemkab Cianjur agar dapat meningkatkan angka kunjungan dengan menggelar berbagai kegiatan rutin. Selama libur panjang hari raya, tambah dia, sebagian besar pengunjung yang datang didominasi dari Jabodetabek dengan rata-rata menginap selama tiga hari, sehingga hal tersebut terus ditingkatkan dengan berbagai promosi yang diberikan. "Kami minta pengelola dapat menjaring pendatang sebanyak mungkin untuk menginap dengan memberikan berbagai promosi dan kemudahan sehingga dapat menjadi pilihan berlibur," katanya. Pewarta: Ahmad FikriEditor : Riza Fahriza COPYRIGHT © ANTARA 2026