Perbaikan Data
Perbaikan Data khusus anggota
Klik Di Sini

Okupansi Hotel di Yogyakarta Turun Saat Libur Lebaran, Ini Penyebabnya

Yogyakarta, Beritasatu.com – Harapan pelaku usaha perhotelan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk meraup untung maksimal selama libur panjang Lebaran 2026 justru meleset. Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY mencatat tingkat hunian hotel pada periode 16 hingga 22 Maret 2026 hanya mencapai rata-rata 40% hingga 65%, dengan capaian tertinggi tercatat pada  21 dan 22 Maret 2026, yakni sebesar 75%. Tingkat okupansi hotel tersebut mengalami penurunan dibandingkan dengan musim libur Lebaran 2025. Saat itu, tingkat hunian hotel di DIY mencapai rata-rata hingga 75%. Artinya, terjadi penurunan sekitar 10% pada tahun ini. "Peningkatannya 50% sampai 75%, pengunjungnya datang dari kota-kota besar di Indonesia seperti Surabaya, Jakarta, Semarang, dan Medan. Banyak pesanan dari kota-kota tersebut," kata General Manager Tjokro Style Yogyakarta Veri Diana, Kamis (26/3/2026). Ketua PHRI DIY Deddy Pranowo Eryono menjelaskan terdapat berbagai faktor yang memengaruhi penurunan okupansi hotel di DIY.  Penyebab paling utama, adalah menurunnya daya beli masyarakat akibat kondisi ekonomi yang kurang baik. Selain itu, prediksi kedatangan 8,2 juta wisatawan ke Yogyakarta juga membuat banyak orang enggan berwisata karena khawatir terjebak macet dan kesulitan mendapatkan kamar hotel. Okupansi hotel selama libur Lebaran tahun ini juga meleset jauh dari target yang sebelumnya ditetapkan. PHRI DIY awalnya memprediksi tingkat hunian bisa mencapai minimal 85%. Namun, yang tercatat hanya mencapai angka maksimal 65%. "Target kami untuk Lebaran itu bisa mencapai 85%. Jadi, harapan kita tidak muluk-muluk. Kalau dua tahun lalu kami targetkan 90%, karena daya beli masyarakat dan kondisi ekonomi Indonesia maupun global yang seperti ini, kami turunkan target 5% menjadi 86%. Puncaknya pada H+3 yang biasanya menjadi berkah bagi kami untuk menikmati okupansi sesuai dengan target," jelas Deddy. Penurunan okupansi hotel ini tidak hanya terjadi di DIY, tetapi juga di sejumlah daerah lain akibat menurunnya daya beli masyarakat secara nasional.  Meskipun demikian, anggota PHRI DIY telah menyiapkan berbagai promosi untuk menarik minat wisatawan menginap di hotel selama libur Lebaran 2026, seperti paket bundling menginap dengan makan malam dan hiburan, serta harga menarik untuk wisatawan yang memesan langsung melalui hotel. Okupansi HotelOkupansi Hotel YogyakartaPHRI DIYTingkat Hunian HotelLebaran 2026Arus Balik 2026