Dari kanan, Ketua Badan Pimpinan Cabang (BPC) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Probolinggo, Haji Rofiq Ali Pribadi, bersama Vice Director Operation Azana Hospitality, Ardi Malaik. (Dok. Teropongnews.com) Probolinggo, TERPOTONGNEWS.COM — “Kalau hotel berbintang mulai masuk, berarti investor sudah percaya masa depan Kraksaan.” Pernyataan itu disampaikan Ketua Badan Pimpinan Cabang (BPC) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Probolinggo, Haji Rofiq Ali Pribadi, saat menyambut pembangunan hotel bintang empat pertama di ibu kota Kabupaten Probolinggo. Menurut Haji Rofiq, kehadiran hotel jaringan Azana Hospitality bukan sekadar proyek properti biasa, melainkan simbol bahwa Kraksaan mulai dilirik sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan tapal kuda. “Hari ini kita bisa bangga, karena akhirnya Kabupaten Probolinggo memiliki hotel bintang empat yang layak menjadi wajah daerah,” ujarnya. Hotel bintang empat pertama di Kraksaan itu tak hanya mengusung konsep modern, tetapi juga membawa pendekatan halalan toyyiban yang selaras dengan kultur pesantren di Kabupaten Probolinggo. Konsep tersebut dinilai menjadi langkah strategis dalam memperkuat citra halal tourism di kawasan tapal kuda. Jaringan Azana Hospitality resmi memulai pembangunan hotel tujuh lantai dengan luas bangunan 9.878 meter persegi di Kecamatan Kraksaan, Jumat (8/5/2026). Hotel tersebut akan menjadi hotel bintang empat pertama dan satu-satunya di ibu kota Kabupaten Probolinggo. Vice Director Operation Azana Hospitality, Ardi Malaik, mengatakan konsep syariah yang diusung bukan sekadar strategi bisnis, tetapi bentuk penyesuaian dengan karakter sosial masyarakat Probolinggo yang dikenal kuat dengan kultur religius dan basis pesantren. “Kita sudah punya beberapa hotel syariah. Belajar dari pengalaman, semuanya berjalan dengan lancar tanpa ada masalah,” ujar Ardi. Menurutnya, konsep halalan toyyiban justru menjadi nilai tambah di tengah meningkatnya kebutuhan wisatawan terhadap layanan hotel yang nyaman, modern, namun tetap selaras dengan nilai-nilai keislaman. Pemilihan Kraksaan sebagai lokasi ekspansi juga bukan tanpa alasan. Selain memiliki akses strategis dekat pintu tol, kawasan ini menjadi jalur utama menuju destinasi wisata unggulan seperti Gunung Bromo dan Pantai Bentar. “Potensi untuk bisnis juga kita lihat pergerakan bisnisnya lumayan, dan potensi wisatanya juga luar biasa,” tambah Ardi. Pembangunan hotel ini dikerjakan oleh PT Bina Indro Grup (BIG) yang dipimpin Ekao Saputra Wijaya, putra daerah asal Probolinggo. Hotel akan dibangun di atas lahan sekitar 5.500 meter persegi di sisi selatan Jalan Raya Panglima Sudirman, Kelurahan Patokan, Kecamatan Kraksaan. Ekao mengungkapkan, pembangunan hotel bintang empat di Kraksaan lahir dari keinginan menghadirkan fasilitas penginapan yang layak bagi wisatawan maupun tamu bisnis yang datang ke Kabupaten Probolinggo. “Probolinggo punya potensi luar biasa dari sisi budaya dan pariwisata. Ada Pantai Bentar, ada Gunung Bromo. Tapi hotel yang proper, hotel bintang empat, itu tidak ada. Makanya kita buat,” tegasnya. Tak hanya fokus pada sektor pariwisata, proyek ini juga diproyeksikan mampu membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat lokal. Azana Hospitality memastikan proses rekrutmen akan dilakukan secara terbuka dan profesional tanpa diskriminasi. “Kita berikan kesempatan yang fair kepada siapa pun untuk bergabung menjadi bagian dari Azana Hospitality,” kata Ardi. Hal senada juga disampaikan Bupati Probolinggo, Gus Haris. Ia menilai konsep halal tourism yang dibawa Azana sangat relevan dengan identitas Kabupaten Probolinggo sebagai daerah dengan kultur pesantren yang kuat. “Pengembangnya putra daerah, jadi bisa mendukung halal tourism. Di sini memang basisnya pesantren, banyak sekali,” ujar Gus Haris. Ia berharap pembangunan hotel ini menjadi awal tumbuhnya investasi lain di Kraksaan, mulai sektor restoran, jasa, hingga usaha penunjang pariwisata lainnya. “Saya berharap setelah ini restoran dan semuanya bisa tumbuh. Orang-orang mulai berani menginvestasikan sesuatu di Kraksaan, di ibu kota kita,” pungkasnya.