MEDIAKOMPETEN.CO.ID - Sektor pariwisata di Indonesia menghadapi tantangan signifikan menjelang periode libur sekolah yang biasanya menjadi momen puncak pergerakan wisatawan. Kekhawatiran utama kini tertuju pada potensi perlambatan jumlah perjalanan wisatawan domestik dalam beberapa waktu ke depan.Dua faktor utama yang kini menjadi sorotan serius bagi pelaku industri adalah tingginya harga tiket pesawat serta kondisi daya beli masyarakat yang terpantau sedang mengalami tekanan. Kedua isu ini dinilai bisa menghambat mobilitas liburan masyarakat.Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) secara aktif memantau perkembangan situasi ini karena dampaknya sangat krusial bagi kelangsungan bisnis di sektor perhotelan dan restoran. Mereka menyadari betul kerentanan industri ini terhadap fluktuasi ekonomi makro. Sekretaris Jenderal PHRI, Maulana Yusran, menegaskan bahwa kontribusi wisatawan nusantara merupakan fondasi utama bagi keberlangsungan industri pariwisata nasional secara keseluruhan. Oleh karena itu, stabilitas ekonomi publik menjadi penentu utama pergerakan sektor ini.Maulana Yusran menekankan pentingnya menjaga kondisi finansial masyarakat agar sektor pariwisata tetap bergairah. "Kalau kita bicara pariwisata di Indonesia, sebenarnya yang paling penting itu kontribusi perjalanan wisatawan nusantara," ujarnya.Ia melanjutkan penekanannya mengenai korelasi langsung antara kemampuan finansial masyarakat dengan rencana perjalanan wisata mereka. Hal ini menunjukkan betapa sensitifnya sektor ini terhadap isu inflasi dan penurunan pendapatan riil masyarakat. Maulana Yusran secara spesifik menyoroti bagaimana kondisi ekonomi mempengaruhi keputusan berwisata. "Untuk mendorong itu berkembang, yang pertama harus dijaga adalah daya beli masyarakat. Kalau daya belinya rendah tentu perjalanan akan sulit dilakukan," kata Maulana seperti dilansir CNBCIndonesia.com.Kenaikan biaya transportasi udara, khususnya tiket pesawat, menambah beban biaya liburan yang pada akhirnya memaksa sebagian keluarga untuk menunda atau membatalkan rencana perjalanan mereka. Kondisi ini perlu segera diatasi oleh pemangku kepentingan.Para pelaku industri kini mulai mempersiapkan strategi mitigasi, berharap pemerintah dapat mengambil langkah konkret untuk menstabilkan harga tiket atau memberikan insentif yang dapat mendorong kembali minat bepergian masyarakat.