TRIBUNBANTEN.COM, SERANG – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Provinsi Banten mengungkapkan kondisi terkini industri perhotelan di Tanah Jawara, yang saat ini masih menghadapi tantangan di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Ketua PHRI Provinsi Banten, Ashok Kumar mengatakan, pelaku industri perhotelan di Banten tetap optimistis sektor pariwisata dan perhotelan dapat kembali menggeliat meski tekanan ekonomi dan efisiensi anggaran masih dirasakan. Menurutnya, sektor perhotelan membutuhkan dukungan berkelanjutan agar roda investasi dan pertumbuhan industri tetap berjalan. “Industri perhotelan di Banten kami harapkan bisa lebih baik dan kembali menggeliat. Walaupun ada efisiensi-efisiensi, kami tidak putus asa. Kami akan terus berjuang memastikan industri ini tetap eksis dan pariwisata tetap berkelanjutan,” ujar Ashok saat ditemui di Hotel Aston Serang, Selasa (12/5/2026). Ashok mengakui, kebijakan efisiensi anggaran pemerintah turut berdampak terhadap okupansi hotel, khususnya dari sektor kegiatan pemerintahan yang selama ini menjadi salah satu penopang industri perhotelan. Karena itu, PHRI Banten berharap pemerintah dapat kembali membuka peluang penggunaan anggaran kegiatan di hotel, meski dilakukan secara bertahap. “Kami berharap mudah-mudahan kalau belum bisa di 2026, minimal 2027 anggaran kegiatan pemerintah di hotel bisa kembali dibuka. Karena investasi di sektor hotel ini terus bergulir dan harus tetap bertumbuh,” katanya. Baca juga: Pemkot Tangsel Temukan ASN Bermasalah saat WFH, Ada yang Klaim Dinas Luar Ia menegaskan, PHRI Banten tidak ingin berseberangan dengan pemerintah terkait kebijakan efisiensi yang diterapkan saat ini. Menurut Ashok, pihaknya lebih mengedepankan sinergi agar industri perhotelan tetap mampu bertahan di tengah tantangan. “Kami tidak bisa memaksa atau berdebat dengan pemerintah. Kami tidak ingin menciptakan friksi, tetapi ingin membangun sinergi bagaimana agar peluang-peluang itu bisa kembali dibuka,” ujarnya. Ashok menambahkan, keberlangsungan industri perhotelan tidak hanya berdampak pada pengusaha hotel, tetapi juga menyangkut tenaga kerja hingga sektor pariwisata secara keseluruhan. Ia berharap pemerintah dan pelaku industri dapat bersama-sama mencari solusi agar sektor pariwisata di Banten tetap tumbuh dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.