Perbaikan Data
Perbaikan Data khusus anggota
Klik Di Sini

Bupati Tika Dorong PHRI Kendal Ciptakan Multiplier Effect ke Pelaku Industri

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari mendorong Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kendal untuk lebih membaca peluang dalam mengembangkan iklim investasi. Menurutnya, saat ini jumlah hotel maupun restoran di Kendal masih minim.  Hal itu berbanding terbalik dengan pertumbuhan ekonomi yang berkembang pesat sebagai yang tertinggi di Jawa Tengah pada 2025. Baca juga: Mbak Tika Turun ke Desa: Bawa Dokter Spesialis Gratis untuk Warga Pelosok Kendal "Peluang ini harus bisa dimanfaatkan dan memberikan kontribusi untuk Kabupaten Kendal," kata Bupati yang akrab disapa Mbak Tika seusai menghadiri perayaan HUT ke-57 PHRI, Selasa (12/5/2026). Bupati Tika menuturkan, sekira 75 persen pekerja yang menggantungkan hidup di Kendal, justru memilih wilayah terdekat dengan Kendal sebagai tempat hunian.  Dia berharap, PHRI dapat ikut mendorong masuknya investor untuk membangun hotel dan restoran baru di Kabupaten Kendal demi mendukung perkembangan daerah dan meningkatkan daya tarik investasi. "Kami berharap PHRI dapat menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam menarik investor yang masuk untuk menghadirkan fasilitas hotel serta restoran yang lebih representatif," tuturnya. Ketua PHRI Kabupaten Kendal, Cahyanto mengatakan, pihaknya saat ini sedang menyusun inovasi di sektor pariwisata untuk menarik wisatawan Timur Tengah melirik Kendal. • PPPK Terlibat Kasus Perselingkuhan, Bupati Kendal: Langsung Pecat Tanpa Teguran Menurutnya, langkah ini memiliki peluang cukup besar imbas dampak peperangan geopolitik di wilayah tersebut.  "Kami tahu bahwa dampak perang ini, PHRI fokus bagaimana bisa mendatangkan turis kawasan Timur Tengah ke sini," "Karena dampak perang itu malah justru kebanyakan wisatawan dari sana larinya ke sini." ungkapnya. Selain itu, pihaknya juga akan mengambil peluang mendirikan restoran maupun hotel di dekat Kawasan Industri Kendal (KIK). Cahyanto mengatakan, peluang itu terbuka lebar. "Kami sudah dipersilakan. Karena tamu-tamu itu tidak mau tidur di Kendal, mereka milih hotel bintang lima di Semarang," tandasnya. (*)