Regional Editor - Hanum Oktavia 16 Mei 2026 20:23 WIB Malang Ketua PHRI Kota Malang, Agoes Basoeki mengatakan capaian tersebut berasal dari rata-rata seluruh hotel di Kota Malang, mulai hotel melati hingga hotel berbintang lima. (Foto:RRI/Awang) RRI.CO.ID, Malang — Tingkat hunian hotel di Kota Malang selama libur panjang menunjukkan tren positif. Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Malang mencatat rata-rata okupansi hotel mencapai sekitar 70 persen.Ketua PHRI Kota Malang, Agoes Basoeki mengatakan capaian tersebut berasal dari rata-rata seluruh hotel di Kota Malang, mulai hotel melati hingga hotel berbintang lima.“Rata-rata okupansi di Kota Malang ada di kisaran 70 persen. Angka itu sudah cukup bagus,” ujar Agoes, Sabtu (16/5/2026).Menurut Agoes, mayoritas tamu hotel masih didominasi wisatawan nusantara. Namun demikian, sejumlah wisatawan mancanegara juga tercatat menginap di beberapa hotel selama periode libur panjang.Ia menilai capaian tersebut menjadi sinyal positif bagi sektor perhotelan dan pariwisata Kota Malang yang terus berupaya bangkit dan berinovasi.“Kami di PHRI selalu berupaya tetap optimis dan terus berkreasi agar tingkat hunian bisa meningkat,” katanya.Meski rata-rata okupansi berada di angka 70 persen, beberapa hotel disebut mencatat tingkat hunian jauh lebih tinggi. Bahkan ada hotel yang tingkat okupansinya mencapai 90 hingga 100 persen selama libur panjang.PHRI Kota Malang berharap kondisi Kota Malang yang kondusif dapat terus mendorong pertumbuhan kunjungan wisatawan. Kolaborasi antara pelaku usaha, pemerintah dan masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam pengembangan sektor pariwisata daerah.“Harapannya kolaborasi antara pelaku usaha, pemerintah dan masyarakat semakin kuat agar pariwisata Kota Malang terus berkembang,” ujar Agoes.