Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Okupansi hotel di DIY meningkat selama libur panjang akhir pekan, bersamaan dengan peringatan Hari Kenaikan Yesus Kristus. Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY, Deddy Pranowo Eryono mengatakan rata-rata okupansi hotel di DIY sekitar 70 hingga 80 persen. Ia menyebut okupansi tertinggi terjadi pada Jumat (15/5) dan Sabtu (16/5). "Liburan ini bisa dikatakan merata, hanya yang tinggi di Kota Yogyakarta dan Sleman. Rata-rata lama menginap menginap masih sama, dua hari," katanya, Minggu (17/5/2026). Okupansi hotel di Jogja Meski ada peningkatan okupansi hotel, namun masih belum sesuai dengan target PHRI DIY. Pasalnya, PHRI DIY menargetkan okupansi bisa mencapai 85 persen pada libur panjang akhir pekan ini. "Belum (sesuai target PHRI DIY). Target kita 85 persen, kurang 5 persen saja," sambungnya. Deddy menilai libur panjang kali ini hampir seperti pada libur peringatan Hari Buruh 1 Mei lalu. Sebab, pada libur Hari Buruh lalu, rata-rata okupansi hotel di DIY sebesar 70 persen, sementara di Kota Yogyakarta dan Sleman mencapai 85 persen, sedangkan di wilayah Malioboro mencapai 95 persen. Tingginya okupansi khususnya di wilayah Maliboro karena kala itu berlangsung event lari yang diikuti sekitar 9 ribu dari berbagai daerah di Indonesia. Daya beli turun Penurunan daya beli masyarakat ditengarai menjadi penyebab tidak tercapainya target okupansi PHRI DIY. Ia juga menyoroti soal adanya pergeseran tren menginap wisatawan. "Masih ada pengaruh penurunan daya beli masyarakat, dilihat dari okupansi dan pilihan akomodasi. Ada pergeseran tapi tidak signifikan. Bintang dua sampai non bintang yang low budget jadi pilihan," imbuhnya. (maw)