BANTENRAYA.COM – Wakil Walikota Serang Nur Agis Aulia secara resmi melaunching Serang City Tour. Peluncuran Serang City Tour dilangsungkan di Rumah Makan Taman Jaya Ujung Kulon, Kelurahan Cilaku, Kecamatan Curug, Kota Serang, Minggu 17 Mei 2026. Dalam kesempatan tersebut dilakukan juga penandatanganan kerja sama sementara antara pihak Serang City Tour, Disparpora Kota Serang dan para pelaku wisata. Turut hadir dalam acara tersebut Kepala Disparpora Kota Serang Zeka Bachdi, perwakilan Dispar Provinsi Banten, PHRI, tokoh masyarakat pendiri Provinsi Banten H. Embay Mulya Syarif, perwakilan pengusaha moda transportasi, DAMRI, dan para pelaku wisata atau penggiat wisata di Kota Serang. Head Of Serang City Tour, Ridha Pujiati mengatakan, Serang City Tour adalah ekosistem pariwisata yang berkolaborasi dengan berbagai stakeholder mulai dari Pokdarwis, HPI, PHRI, DAMRI, hijab travel dan lainnya. BACA JUGA: Dispar Banten Bongkar Data, 70 Persen Tempat Wisata di Anyer hingga Carita Tak Kantongi Izin “Jadi paket all in wisata tour di Kota Serang,” ujar Ridha, kepada Bantenraya.com. Sementara ini, kata dia, Serang City Tour menawarkan destinasi wisata yang berada di Kota Serang, namun tidak menutup menutup kemungkinan ke depan bekerja sama dengan seluruh objek wisata yang ada di Provinsi Banten. “Jadi potensi bisnisnya ke depannya bagaimana Kota Serang sebagai ibu kota Provinsi Banten itu bekerja sama dengan seluruh kabupaten kota yang ada di Banten. Dengan Kabupaten Lebak, Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Serang, dan daerah yang lain,” ucap dia. Untuk saat ini, kata Ridha, destinasi Serang City Tour baru menyajikan tiga paket wisata. Paket 1 wisata jejak Kesultanan yang terdiri dari Keraton Kaibon, Kesultanan Banten Lama, Benteng Speelwijk, Masjid Pecinan, Situs Cornelius De Houtman. BACA JUGA: Resort 19 Lantai di Kabupaten Serang Resmi Beroperasi, Jadi Daya Tarik Baru Wisata Pesisir “Itu yang ingin kita kenalkan dan tawarkan kepada wisatawan bahwa ada orang Belanda yang pernah menjejakkan kakinya di Tanah Banten, Kota Serang, sehingga eksposure itu yang kita harapkan bahwa ada budaya yang memang dari luar masuk ke sini, dan budaya kita sendiri yang ada di Kota Serang,” jelasnya. Lalu ada paket 2 wisata budaya yang terdiri dari rumah kuno Kaujon, Masjid Kuno Kaujon, museum sepeda, Royal Baroe, dan Masjid Agung Ats Tsauroh. Kemudian, ada paket 3 wisata alam dan air yang terdiri dari susur Sungai Cibanten, Pekijing, Banten Girang, dan ke depan akan ada Paralayang plus camping ground di Gunung Gedor, Kelurahan Drangong, Kecamatan Taktakan. “Harapan kita bahwa suasana baru wisata alam terbentuk juga, dan itu dalam rangka merintis ya untuk masuk ke paket 3,” kata Ridha. Ia mengaku pihaknya pun telah bekerjasama dengan beberapa pengusaha moda transportasi yang siap mengantar para wisatawan mengunjungi objek-objek wisata Serang City Tour. BACA JUGA: 7 Sajian Teh Nusantara Lengkap dengan Daerah Asalnya, Jadi Pilihan Wisata Kuliner “Toyota Hiace, Elf, dan DAMRI yang selama ini kita kerjasamakan. Jadi moda transportasinya nyaman yang kita harapkan, enak dan itu bisa meliputi seluruh objek wisata Kota Serang,” tandas dia. Wakil Walikota Serang, Nur Agis Aulia mengatakan, Serang City Tour untuk membangun ekosistem wisata di Kota Serang. Ia mengakui bahwa pariwisata bukan hanya tentang destinasi, namun juga harus didukung dengan akses dan SDMnya. Melalui dinas terkait sudah menyiapkan SDM, fasilitas dan lainnya untuk mendukung wisata di Kota Serang. “Jadi insya Allah ini akan menjadi salah satu keunggulan Kota Serang ke depan, sehingga banyak orang baik dari luar Kota Serang, maupun dari Kota Serang berwisata di Kota Serang,” ujar Agis, kepada Bantenraya.com. Disinggung penataan objek wisata religi Banten Lama, Pemkot Serang bersama Kenadziran akan menata kawasan tersebut agar tertata lebih baik. “Pemerintah Kota Serang akan terus mendorong komunikasi dan kolaborasi, supaya nanti ini bisa jadi paket yang diminati,” katanya. BACA JUGA: 5 Destinasi Wisata Seni dan Budaya Terbaik di Dunia Siap Masuk Wishlist Kamu Kepala Disparpora Kota Serang, Zeka Bachdi mengatakan, Serang City Tour menjadi awal mula dari cikal bakal wisata Kota Serang. “Tentunya ini menjadi awal dari pada kebangkitan pariwisata di Kota Serang. Perihal pembenahan wisata religi Banten Lama, pihaknya akan berkomunikasi dengan kenadziran Banten Lama. Langkah ini dilakukan agar mereka mempersiapkan juga bahwa Banten Lama masuk dalam wisata terintegrasi Serang City Tour. “Jadi tolong dengan SDM-nya diperbaiki dan lain-lain diperbaiki, karena ini kan kampung wisata yang memang dikelola oleh kenadziran, makanya kami mencoba untuk mempromosikan wisata Banten Lama tentunya harus berkolaborasi dan berkomunikasi dengan kenadziran Banten Lama,” jelas dia. Zeka menyebutkan, ada tiga poin dalam mengelola pariwisata yang perlu dijaga. Pertama kebersihan lingkungan, kenyamanan, dan juga keamanannya. “Nah ini kan kita akan berkolaborasi dengan kehadziran untuk menjadikan nyamannya pendukung pengunjung pariwisata itu kita jaga benar kenyamanan-kenyamanan beliau,” tandasnya. ***