Perbaikan Data
Perbaikan Data khusus anggota
Klik Di Sini

PHRI Kota Malang Tingkatkan Kewaspadaan Hadapi Isu Hantavirus

RRI.CO.ID, Malang - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Malang meningkatkan kewaspadaan menyusul meningkatnya perhatian publik terhadap Hantavirus. Meski belum ada instruksi khusus dari pemerintah, pelaku usaha perhotelan dan restoran mulai memperketat standar kebersihan dan kesehatan di lingkungan usaha masing-masing.Ketua PHRI Kota Malang, Agoes Basoeki, mengatakan pengalaman pandemi Covid-19 menjadi pelajaran penting bagi pelaku usaha hospitality untuk lebih siap menghadapi potensi penyakit menular.“Kami waspada dan saling bertukar informasi. Pengalaman pandemi 2020 sangat berat sehingga sekarang kami lebih hati-hati dalam mengantisipasi hal-hal seperti ini,” kata Agus kepada RRI Malang, Senin, 18 Mei 2026.Ia menjelaskan, hingga saat ini belum ada aturan khusus yang diterapkan terkait menyikapi Hantavirus. Namun, pelaku usaha hotel dan restoran tetap memperkuat penerapan standar kebersihan, sanitasi, dan pengendalian hama.“Di usaha kami memang selalu berkaitan dengan kebersihan dan kenyamanan tamu. Karena itu pengendalian hama seperti pest control terus kami lakukan agar tamu yakin tempat kami aman dan bersih,” ujarnya.Menurut Agoes, protokol kesehatan dasar seperti penggunaan masker bagi karyawan yang sedang kurang sehat, penggunaan hand sanitizer, serta kebiasaan mencuci tangan tetap diterapkan di lingkungan hotel dan restoran.“Kalau ada karyawan yang sakit, kami minta tidak masuk dulu. Penggunaan masker dan hand sanitizer juga tetap menjadi standar,” terang Agoes.PHRI Kota Malang juga aktif membagikan informasi terkait hantavirus kepada para anggota melalui grup komunikasi internal. Informasi tersebut diperoleh dari pemberitaan media maupun rilis pemerintah dan dinas kesehatan.“Begitu ada informasi dari Kementerian Kesehatan atau Dinas Kesehatan, langsung kami bagikan ke teman-teman agar semua tetap waspada,” imbuhnya.Meski isu Hantavirus mulai ramai dibicarakan, Agoes memastikan hingga saat ini belum ada dampak signifikan terhadap tingkat kunjungan wisatawan ke Kota Malang maupun okupansi hotel.“Sejauh ini belum ada pengaruh terhadap kunjungan wisatawan. Aktivitas wisata masih berjalan normal,” katanya.PHRI Kota Malang berharap momentum libur akhir pekan panjang dan musim liburan tetap mampu mendongkrak tingkat hunian hotel di Kota Malang.“Harapannya okupansi bisa mencapai 70 hingga 80 persen saat long weekend nanti,” ujar Agoes.Ia menambahkan, pelaku usaha hotel dan restoran di Kota Malang saat ini masih berada pada tahap waspada dan belum menerapkan status siaga khusus terkait hantavirus.“Kami tetap waspada, tetapi belum sampai siaga. Yang penting kebersihan dan kesehatan lingkungan usaha terus dijaga,” pungkasnya.