Perbaikan Data
Perbaikan Data khusus anggota
Klik Di Sini

PHRI Riau Waspadai Efek Tiket Pesawat Mahal terhadap Industri Hotel

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Kenaikan harga tiket pesawat mulai menjadi perhatian pelaku industri perhotelan di Riau. Meski hingga kini belum terlihat dampak signifikan, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Riau mengingatkan bahwa kondisi ini berpotensi menekan sektor pariwisata dan okupansi hotel dalam waktu dekat. Ketua PHRI Riau, Ir. Nofrizal, M.M mengatakan, sejauh ini pihaknya belum menerima laporan adanya pembatalan pemesanan hotel maupun penjadwalan ulang kunjungan akibat mahalnya harga tiket pesawat. “Belum ada saya dengar pembatalan. Sampai hari ini juga belum ada laporan dari pengusaha hotel terkait tamu yang membatalkan karena kenaikan tiket pesawat,” ujar Nofrizal, Senin (18/5/2026). Menurutnya, sejumlah hotel jaringan besar memang memiliki kerja sama atau fasilitas khusus dengan maskapai penerbangan, terutama untuk tamu member. Kondisi itu membuat dampak kenaikan tiket belum terlalu terasa dalam beberapa hari terakhir. “Ada hotel-hotel grup seperti contohnya Novotel dan jaringan lainnya yang biasanya punya tamu member dari maskapai penerbangan. Jadi untuk sementara ini dampaknya belum terlalu terlihat,” katanya. Namun, PHRI Riau menilai lonjakan harga tiket pesawat yang cukup tinggi lambat laun akan memengaruhi tingkat hunian hotel dan aktivitas pariwisata di daerah. “Kalau kondisi ini terus berlanjut, bulan depan kemungkinan baru akan terlihat dampaknya. Apalagi kenaikan tarif tiket sekarang cukup tinggi. Kalau tidak ada penurunan harga, pasti akan berpengaruh ke hotel dan sektor pariwisata,” jelasnya. Nofrizal menegaskan, lesunya industri perhotelan akan berdampak langsung terhadap sektor ekonomi lain. Sebab, hotel menjadi salah satu indikator bergeraknya aktivitas bisnis dan pariwisata di suatu daerah. “Kalau daerah maju, biasanya hotel juga maju. Tapi kalau hotel mulai lesu, tamu berkurang, itu artinya aktivitas ekonomi ikut melemah,” ungkapnya. Karena itu, PHRI berharap pemerintah daerah di Pekanbaru maupun Provinsi Riau dapat memberikan stimulus dan kelonggaran bagi pelaku usaha pariwisata di tengah dampak kenaikan harga bahan bakar minyak yang turut memicu mahalnya tiket pesawat. “Pemerintah harus menjaga iklim pariwisata di Riau tetap hidup. Kegiatan-kegiatan pemerintah juga seharusnya dibuka lebar, jangan dihentikan atau dibatasi, supaya perputaran ekonomi di hotel dan sektor pariwisata tetap berjalan,” katanya. (Tribunpekanbaru.com/Syaiful Misgiono)