Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Muamarrudin Irfani TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CISARUA - Para pemilik hotel yang ada di Kabupaten Bogor menyoroti penerapan kenaikan pajak air tanah (PAT) yang terlalu besar. Kebijakan tersebut dinilai sangat memberatkan mengingat kondisi saat ini sedang lesu akibat rendahnya tingkat hunian. Pasalnya, kebijakan efisiensi anggaran yang diberlakukan pemerintah saja sudah mengakibatkan banyak hotel kesulitan bertahan karena berdampak pada minimnya jumlah tamu. Hal itu diungkap oleh Sekjen Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Bogor, Boboy Ruswanto. "Jika beban industri harus ditambah lagi dengan adanya kenaikan PAT yang nilainya cukup besar, ini justru membuat pelaku usaha di sektor perhotelan yang ada di Kabupaten Bogor ini bingung dan khawatir," ujarnya, Selasa (19/5/2026). Dalam situasi sekarang, ia menyebut fokus perusahaan adalah menjaga agar operasional hotel tetap berjalan. Sebab, kata dia, dalam kondisi saat ini untuk membayar gaji karyawan dan operasional hotel saja sudah menjadi tantangan besar bagi para pemilik hotel yang ada di Kabupaten Bogor. Ia juga mengunhkapkan bahwa sebagian besar hotel saat ini bahkan sudah menerapkan sistem kerja bergilir, dua minggu kerja, dua minggu libur, untuk menekan biaya. "Makanya kami sangat kaget ketika pajak air tanah juga dinaikkan, apalagi nilai kenaikannya juga lumayan besar, mencapai 100 persen lebih," katanya. Boboy Ruswanto mengayakan, Pemkab Bogor memang belum secara langsung menerapkan pembayaran kenaikan PAT sebesar 100 persen tersebut. Namun, pada tiga bulan pertama sejak diberlakukannya kenaikan PAT itu mulai awal tahun ini, Pemkab memberikan relaksasi berupa diskon sebesar 50 persen. "Tapi itu hanya untuk tiga bulan saja. Untuk bulan-bulan berikutnya besar potongannya sudah semakin kecil hingga akhirnya dibayar penuh. Mau kita sih, kalaupun harus dinaikkan, kita tetap diberikan relaksasi potongan sebesar 50 persen hingga kondisi hotel stabil dulu," katanya. Ia juga menilai sosialisasi terhadap kenaikan PAT di Kabupaten Bogor ini terkesan terburu-buru tanpa melihat kondisi yang dialami industri saat ini. Menurutnya, semakin banyak tamu yang menginap di hotel, pajak air tanahnya juga semakin besar yang berdampak terhadap beban operasional hotel juga ikut bertambah.