Ringkasan Berita: PHRI Jawa Barat mencatat tingkat okupansi hotel di Kota Bandung mengalami peningkatan setiap akhir pekan, dari April hingga pertengahan Mei 2026 Pada Mei 2026 okupansi hotel saat akhir pekan rata-rata mencapai 80 persen Tingkat hunian hotel pada Mei 2026 lebih baik dibandingkan April 2026 Peningkatan okupansi hotel dipengaruhi banyaknya kegiatan yang digelar setiap akhir pekan di Bandung TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Barat mencatat tingkat okupansi hotel di Kota Bandung mengalami peningkatan setiap akhir pekan, dari April hingga pertengahan Mei 2026. Ketua PHRI Jawa Barat, Dodi Ahmad, mengatakan pada Mei 2026 okupansi hotel saat akhir pekan rata-rata mencapai 80 persen. “Kalau weekend pasti ada peningkatan. Dua hari kemarin dan weekend sebelumnya rata-rata okupansi sekitar 80 persen,” ujar Dodi saat dihubungi, Kamis (21/5/2026). Menurutnya, tingkat hunian hotel pada Mei 2026 lebih baik dibandingkan April 2026. Berdasarkan data hotel bintang tiga, empat, dan lima, rata-rata okupansi hotel selama Mei mencapai 80 persen. “Kalau April dirata-ratakan sekitar 54 persen. Jadi Mei agak bagus dibandingkan April,” katanya. Dodi menilai peningkatan okupansi hotel dipengaruhi banyaknya kegiatan yang digelar setiap akhir pekan di Bandung. Mulai dari event olahraga, pertunjukan budaya hingga kegiatan masyarakat yang mendatangkan wisatawan luar daerah. Baca juga: BREAKING NEWS: Persib Jalani Sesi Latihan Terakhir Musim Ini “Ada pengaruh dari acara-acara itu. Kemarin ada kegiatan budaya, ada event lari juga. Itu cukup mempengaruhi tamu yang datang ke Bandung,” ucapnya. Dodi berharap agenda serupa terus digelar secara rutin karena berdampak terhadap sektor perhotelan dan kunjungan wisatawan. “Ya, mudah-mudahan sering ada acara begitu supaya tamu banyak datang,” katanya. Meski begitu, Dodi menyebut momentum perayaan juara Persib Bandung tidak selalu berdampak positif terhadap kunjungan wisatawan dari luar kota. Menurut Dodi, sebagian wisatawan justru cenderung menahan perjalanan ke Bandung karena khawatir terjadi keramaian yang tidak terprediksi saat pesta Persib juara. “Kalau Persib juara biasanya ada juga yang ngerem datang ke Bandung. Takut ada apa-apa di jalan, apalagi pengalaman yang sudah-sudah,” ucapnya. Namun hingga saat ini, PHRI Jawa Barat belum menerima laporan adanya pembatalan pemesanan hotel akibat euforia perayaan Persib juara. Dodi mengatakan, pola pemesanan hotel saat ini juga berubah. Mayoritas tamu melakukan pemesanan mendadak melalui aplikasi perjalanan daring. “Sekarang jarang yang booking jauh-jauh hari. Kebanyakan mendadak lewat online travel,” katanya. Baca juga: Pemkab Bandung Gelar Nobar Persib di Dome Bale Rame, Dadang Minta Seluruh Kecamatan Ikut Menggelar