Ringkasan Berita: (PHRI) Jawa Barat sebut momentum perayaan juara Persib Bandung tidak selalu berdampak positif terhadap kunjungan wisatawan dari luar kota ke Bandung Sebagian wisatawan justru memilih menunda perjalanan ke Bandung saat euforia Persib juara berlangsung, karena khawatir terjadi kepadatan dan keramaian di sejumlah titik kota Kekhawatiran wisatawan biasanya muncul karena adanya potensi konvoi maupun keramaian spontan yang sulit diprediksi TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Barat sebut momentum perayaan juara Persib Bandung tidak selalu berdampak positif terhadap kunjungan wisatawan dari luar kota ke Bandung. Ketua PHRI Jawa Barat, Dodi Ahmad, mengatakan sebagian wisatawan justru memilih menunda perjalanan ke Bandung saat euforia Persib juara berlangsung, karena khawatir terjadi kepadatan dan keramaian di sejumlah titik kota. “Kalau Persib juara biasanya ada juga yang ngerem datang ke Bandung. Takut ada apa-apa di jalan, apalagi pengalaman yang sudah-sudah,” ujar Dodi saat dihubungi, Kamis (21/5/2026). Menurutnya, kekhawatiran wisatawan biasanya muncul karena adanya potensi konvoi maupun keramaian spontan yang sulit diprediksi. Meski demikian, hingga saat ini PHRI Jawa Barat belum menerima laporan adanya pembatalan pemesanan hotel akibat perayaan juara Persib. “Kalau cancel-cancel begitu mah biasa saja. Tapi sejauh ini belum ada laporan,” katanya. Baca juga: Okupansi Hotel Kota Bandung 80 Persen, PHRI Jabar Belum Terima Pembatalan Jelang Konvoi Persib Meski begitu, berdasarkan data PHRI Jawa Barat, tingkat okupansi hotel di Kota Bandung tercatat tetap mengalami peningkatan setiap akhir pekan sepanjang April-Mei 2026. Dodi menyebut, rata-rata okupansi hotel saat akhir pekan mencapai 80 persen, sedangkan secara keseluruhan okupansi hotel selama Mei berada di angka 70 persen. “Kalau weekend pasti ada peningkatan. Dua hari kemarin dan weekend sebelumnya rata-rata okupansi sekitar 80 persen,” ucapnya. Dodi mengatakan, capaian tersebut lebih baik dibandingkan April 2026 yang rata-rata okupansinya hanya sekitar 54 persen untuk hotel bintang tiga, empat dan lima. Menurut Dodi, meningkatnya okupansi hotel dipengaruhi banyaknya agenda yang digelar di Bandung setiap akhir pekan, mulai dari event olahraga, pertunjukan budaya hingga kegiatan masyarakat lainnya. “Ada pengaruh dari acara-acara itu. Kemarin ada kegiatan budaya, ada event lari juga. Itu cukup mempengaruhi tamu yang datang ke Bandung,” katanya. Dodi berharap agenda serupa terus digelar secara rutin karena berdampak terhadap sektor pariwisata dan perhotelan di Jawa Barat. “Ya mudah-mudahan sering ada acara begitu supaya tamu banyak datang,” ujarnya. Baca juga: Pemkab Bandung Gelar Nobar Persib di Dome Bale Rame, Dadang Minta Seluruh Kecamatan Ikut Menggelar Berdasarkan penelusuran, sejumlah hotel di pusat Kota Bandung dengan pemandangan langsung ke Flyover Pasupati mulai dipenuhi pemesan untuk akhir pekan ini.