INFOLABUANBAJO.ID – Duka mendalam kembali menyelimuti dunia pariwisata di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Dua wisatawan asal Austria dilaporkan tewas setelah jembatan kayu penghubung menuju objek wisata Air Terjun Cunca Wulang, Desa Wersawe, Kecamatan Mbeliling, ambruk pada Minggu (24/5/2026) pagi. Peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 10.00 Wita. Kedua korban diketahui bernama Jurgen (54) dan Astrid (56). Pasangan wisatawan tersebut sedang menikmati liburan di Labuan Bajo sebelum insiden maut itu terjadi. Menurut keterangan pemandu wisata lokal, Muhamad Muhardin, kedua korban sempat berjalan di atas jembatan kayu sambil berpose untuk difoto. “Mereka berjalan sambil tersenyum ke arah kamera. Baru beberapa langkah mereka berjalan, tiba-tiba jembatan kayu ambruk. Keduanya jatuh ke sungai dan menghantam batu-batu besar hingga akhirnya tewas,” ungkap Muhardin. Jembatan kayu yang menjadi akses menuju lokasi wisata itu dilaporkan roboh secara tiba-tiba, menyebabkan kedua wisatawan terjatuh ke jurang dengan kedalaman sekitar 12 meter. Tragedi tersebut kembali menambah daftar kelam kecelakaan wisata di destinasi super prioritas Labuan Bajo. Sebelumnya, publik juga dikejutkan dengan insiden tenggelamnya Kapal Wisata Putri Sakinah yang menewaskan Fernando Martín, pelatih tim cadangan putri klub sepak bola Valencia CF, Spanyol, bersama tiga anaknya. Insiden demi insiden ini dinilai menjadi pukulan berat bagi citra pariwisata Labuan Bajo yang selama ini dipromosikan sebagai salah satu destinasi unggulan Indonesia. Ketua Badan Pimpinan Cabang (BPC) PHRI Labuan Bajo, Silvester Wanggel, menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban. Ia menegaskan bahwa peristiwa tersebut harus menjadi alarm serius bagi seluruh pemangku kepentingan pariwisata. “Labuan Bajo bukan hanya tentang panorama dan kapal wisata. Di balik keindahannya, ada tanggung jawab besar untuk memastikan keselamatan setiap wisatawan,” kata Silvester Wanggel. Menurutnya, insiden maut di Cunca Wulang harus menjadi momentum evaluasi total terhadap seluruh sarana dan prasarana wisata di Manggarai Barat. Ia meminta pemerintah, pengelola wisata, hingga pelaku industri pariwisata untuk memperkuat standar keselamatan, mulai dari kelayakan fasilitas wisata, armada kapal, kesiapan mitigasi cuaca ekstrem, hingga sertifikasi kru dan pemandu wisata. “Bukan saatnya untuk mencari siapa yang salah. Mari kita berbenah dengan melakukan evaluasi total terhadap seluruh sarpras penunjang pariwisata,” tegasnya. Tragedi ini juga memicu kekhawatiran di tengah meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan ke Labuan Bajo dalam beberapa tahun terakhir. Pemerintah sebelumnya telah mendorong penguatan tata kelola keselamatan wisata, termasuk penerapan skema asuransi wisata untuk memitigasi risiko di destinasi berisiko tinggi. Duka di Cunca Wulang menjadi pengingat bahwa kemajuan sektor pariwisata tidak hanya diukur dari lonjakan kunjungan wisatawan maupun investasi, tetapi juga dari jaminan keamanan bagi setiap orang yang datang menikmati pesona Labuan Bajo. Di tengah suasana berkabung, harapan besar muncul agar tragedi ini menjadi titik balik lahirnya sistem pariwisata yang lebih aman, manusiawi, dan bertanggung jawab di Labuan Bajo. Penulis : Tim Info Labuan BajoEditor : Redaksi