Surabaya - Tingkat hunian kamar atau okupansi hotel di Jawa Timur masih lesu saat libur Idul Adha 2026. Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jatim menyebut saat ini masyarakat cenderung memilih perjalanan wisata singkat tanpa menginap."Rata-rata okupansi hotel di Jatim 60%. Tertinggi di Kota Batu 70%," ujar Ketua PHRI Jatim Dwi Cahyono saat dikonfirmasi detikJatim, Kamis (28/5/2026). SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT Dwi mengatakan terjadi pergeseran tren masyarakat untuk menikmati hari libur yakni one day tour. Hal itu disebut turut dipengaruhi kenaikan harga BBM non subsidi."Karena sekarang traveling jauh sangat dipertimbangkan dengan naiknya BBM sehingga one day tour jarak pendek lebih dipilih, tidak perlu menginap," katanya.Kendati demikian, pihaknya optimistis okupansi hotel di Jatim dapat mengalami kenaikan, terutama saat akhir pekan mendatang. Ditambah sejumlah hotel juga menyiapkan paket khusus untuk menyambut para tamu di libur panjang."Insyaallah weekend ini bisa naik, tapi kemungkinan tidak signifikan," ungkap Dwi.Selain itu, Dwi menyebut libur panjang Idul Adha 2026 ini juga bersamaan dengan tahun ajaran baru sekolah. Sehingga kemungkinan turut mempengaruhi keputusan orang tua dalam menentukan destinasi wisata keluarga."Selain itu juga bersamaan tahun ajaran baru, masuk sekolah, sehingga juga mempengaruhi orang tua," pungkasnya. (auh/dpe)