Ringkasan Berita: Ketua PHRI Sulsel Anggiat Sinaga yakin Portugal berpeluang juara Piala Dunia 2026 karena memiliki komposisi pemain yang dinilai sangat merata. Kedalaman skuad jadi keunggulan Portugal, baik pemain inti maupun pelapis dianggap memiliki kualitas kompetitif sehingga memberi banyak opsi taktik bagi pelatih. TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulawesi Selatan (Sulsel) Anggiat Sinaga yakin Timnas Portugal berpeluang meraih gelar juara pada ajang Piala Dunia 2026. Menurutnya, kekuatan skuad Portugal saat ini menjadi salah satu yang paling merata dibanding negara-negara peserta lainnya. Anggiat menegaskan, penilaiannya bukan semata-mata karena kekagumannya terhadap mega bintang Portugal, Cristiano Ronaldo. Ia melihat secara objektif bahwa kualitas pemain Portugal saat ini berada dalam level yang sangat kompetitif, baik pemain inti maupun pemain pelapis. “Bukan karena saya pengagum CR7 (Cristiano Ronaldo), tapi melihat komposisi pemain yang sangat merata," kata Anggiat, kepada Tribun-Timur.com, Kamis (28/5/2026). "Bahkan pemain lapis juga tidak jauh beda dengan pemain inti hingga pelatih banyak opsi untuk rubah taktik,” jelasnya. Menurut Anggiat, kedalaman skuad menjadi faktor penting dalam turnamen sebesar Piala Dunia. Tim yang memiliki kualitas pemain merata dinilai lebih siap menghadapi jadwal pertandingan padat serta tekanan kompetisi yang tinggi. GM Hotel Claro Makassar itu menilai Portugal kini tidak lagi hanya bergantung pada satu atau dua pemain bintang. Generasi baru sepak bola Portugal dianggap mampu memberikan warna permainan yang lebih modern dengan kombinasi kecepatan, kreativitas, serta disiplin taktik. Ia berharap skuad Portugal mampu menjaga performa dan konsistensi hingga pelaksanaan Piala Dunia 2026. “Hingga saya sangat yakin bahwa Piala Dunia tahun 2026 semoga milik Portugal,” kata Anggiat. Sekadar diketahui, Piala Dunia 2026 berlangsung 11 Juni hingga 19 Juli 2026. Ada tiga negara tuan rumah yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Turnamen tersebut menjadi edisi pertama yang diikuti 48 negara peserta. (*)